PEMBELAJARAN DENGAN MEMBERIKAN UMPAN BALIK PRODUKTIF

Respon dan Umpan Balik Siswa
http://artikel-pendidikan-sosial-ilmiah.blogspot.co.id/

1.      Belajar Respon

Belajar respon merujuk terhadap perolehan respon baru. Dalam pembelajaran respon, hasil belajar adalah perubahan dalam satu aspek perilaku siswa. Belajar adalah hubungan antara stimulus  dan respon. Dalam proses belajar dapat membentuk dan menguatkan hubungan antara stimulus dan respon. Pemberian stimulus akan memunculkan respon dan apabila sudah terlatih, maka stimulus dan respon akan bersifat otomatis. Dengan kata lain, hubungan intensif dan berulang-ulang antara stimulus dan respon akan meningkatkan kualitas peseta didik pada ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan sebagai hasil belajar. Manfaat hasil belajar dapat dirasakan langsung oleh peserta didik. Cara tersebut sangat penting untuk mengembangkan keterampilan siswa.

2.      The Law of Effect

2.1 Teori Thorndike

Teori hubungan antara stimulus dan respon oleh Thorndike adalah law of effect. Hukum yang dikemukakan oleh Thorndike tersebut memaparkan hubungan stimulus dan respon akan menjadi kuat apabila disertai dengan kepuasan dan kesenangan (pujian, hukuman, atau celaan). Prinsip yang mendasari proses pembelajaran yang dianut oleh Thorndike adalah asosiasi, yang  dikenal dengan teori stimulus-respon. Menurut Thorndike, proses pembelajaran, khususnya proses belajar peserta didik terjadi secara perlahan atau incremental atau bertahap, bukan secara tiba-tiba. Thorndike mengemukakan hukum dalam proses pembelajaran.
Hukum efek (The Law of Effect), dimana intensitas hubungan antara stimulus dan respon  selama proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh konsekuensi dari hubungan yang terjadi. Jika akibat dari hubungan stimulus dan respon itu dirasa menyenangkan, perilaku peserta didik akan mengalami penguatan.  

2.2 Teori Skinner

Teori penguatan  dikemukakan oleh Skinner berfungsi untuk memperkuat pengetahuan yang sudah dimiliki peserta didik. Skinner mengeluarkan teori stimulus dan respon. Artinya tindakan seseorang muncul akibat rangsangan dari luar. Kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang akan membentuk kebiasaan. Setelah kegiatan tersebut menjadi kebiasaan, siswa akan menguasainya dan menerapkannya pada kegiatan pembelajaran. Dengan kata lain, pelatihan yang dilakukan secara berulang-ulang tersebut akan menghasilkan kemampuan.

3.      Teknik Pengelolaan Kelas yang Berdampak pada Kebiasaan Siswa

Prinsip belajar Skinner yaitu reinforcement (penguatan perilaku), yang dibagi lagi menjadi primer-sekunder dan positif-negatif. Hukum efek (atau teori penguatan Skinner) mengemukakan  pengaruh kelas, termasuk pengelolaan kelas. Ada dua contoh bagaimana hukum efek dapat diterapkan ke dalam tugas pengelolaan kelas—kelanjutan perjanjian dan token economies—setelah dengan jelas atau gamblang meneliti prediksi behavioristik dan teori kognitif.

4.      Teori Behaviorisme vs. Teori Kognitivisme

a.      Teori Belajar Behaviorisme

Belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat interaksi antara stimulus dan respons. Menurut Skinner (1968), belajar sebagai proses perubahan perilaku yang dicapai sebagai hasil belajar melalui proses penguatan. Perilaku baru yang muncul disebut pengondisian umpan balik.

b.      Teori Belajar Kognitivisme

Teori belajar kognitif lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajar. Menurut penganut teori ini:
1.      Belajar melibatkan stimulus-respon dan proses berpikir yang kompleks.
2.      Ilmu pengetahuan dibangun dalam diri seorang individu melalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan lingkungannya (proses mengalir, bersambung, menyeluruh).
Belajar kognitif adalah belajar dengan memperoleh dan menggunakan bentuk-bentuk representatif yang mewakili objek-objek yang dihadapi. Ada dua aktivitas kognitif yaitu (1) mengingat: orang menyadari bahwa pengetahuan berasal dari masa lampau atau kesan-kesan yang diperoleh di masa lampau; dan (2) berpikir: dalam aktivitas berpikir manusia berhadapan dengan objek-objek secara fisik dan dalam berpikir objek hadir dalam bentuk representasi, tanggapan, konsep, dan lambang verbal.

5.      Umpan Balik yang Berpengaruh pada Belajar Respon

Belajar respon dengan praktiknya berupa pemberian umpan balik akan meningkatkan atau mendorong kegiatan belajar. Dalam belajar respon, praktik dengan umpan balik cenderung untuk memungkinkan peningkatan kinerja, sedangkan praktik sendiri tidak mempengaruhi kinerja. Sebaliknya, teori kognitif menolak gagasan bahwa siswa pasif dikondisikan oleh umpan balik dan siswa yang aktif akan selalu menguji hipotesis.

6.      Umpan Balik yang Berpengaruh pada Belajar Konsep

Belajar konsep adalah menghubungkan pengetahuan yang telah kita miliki dengan pengetahuan yang baru. Orang mengadakan abstraksi, dalam objek-objek meliputi benda, kejadian, dan orang hanya meninjau dari aspek-aspek tertentu saja. Misalnya, sebuah pohon hanya ditinjau “mempunyai batang” atau “mempunyai daun”. Aspek batang dan daun aja yang akhirnya membentuk suatu pengertian abstrak atau suatu arti yang abstrak batang dan daun.

7.         Umpan Balik yang Berpengaruh pada Belajar Keterampilan


Peran umpan balik dalam pembelajaran keterampilan dapat dilihat dari sudut pandang perilaku (pandangan behavioris) dan sudut pandang kognitif. Menurut pandangan kognitif, belajar melibatkan perasaan pada situasi belajar sehingga umpan balik yang diperlukan untuk membantu siswa membangun kaidah atau prosedur yang lebih luas.

No comments for "PEMBELAJARAN DENGAN MEMBERIKAN UMPAN BALIK PRODUKTIF"

Berlangganan via Email