Kumpulan Puisi Terbaru : Rintik Kehidupan

http://artikel-pendidikan-sosial-ilmiah.blogspot.co.id/
Puisi-Puisi Terkenal - Puisi adalah serangkaian kata-kata indah yang mempumyai makna dan dibuat sebagai persepsi penulis terhadap apa yang dirasakannya. Oleh karena itu, paling mudah membuat puisi berdasarkan pengalaman pribadi. Kali ini, Artikel Kami akan kembali menerbitkan kumpulan puisi setelah pada kesempatan sebelumnya telah menerbitkan kumpulan puisi kontemporer, kumpulan puisi memunggungi matahari, kumpulan puisi terbelakang, kumpulan puisi bunga kertas, dan kumpulan puisi gelas kaca. Kumpulan puisi ini bertemakan ketuhanan, penyesalan, kesedihan dan perjuangan. Puisi-puisi ini dirangkai dengan sedemikian rupa dan dinamakan kumpulan puisi rintik kehidupan.


Kumpulan Puisi Pendek 




KERUDUNG


Tutupi dari apa yang seharusnya tak nampak
Tak kan pernah ku lepas hingga ujung  hayat
Menjaga ku setiap waktu
Melindungi ku dari kejahatan duniawi
Sejuk ku rasa hatiku danganmu
Terus tutupi ku dengan indahmu
Mahkota terjaga dalam agungnya
Keanggunan sejati terbias indah dalam balutmu
Menerawang ke dalam sanubari
Terukir dalam kalam suci
Menyadari bahwa kau anugrah sejati
Bukti cinta-Nya pada insan hawa di dunia



LIHAT TOPENGNYA

Lihatlah dia
Parasnya amat mempesona
Keanggunan begitu menawan
Tutur kata tertata halus
Suara lirih terlantun merdu
Menebar kasih semua jiwa
Langkah jajar selaras pasti

Lihatlah dia
Lihat semakin dalam
Buka, buka tabir jiwanya

Temukan
Paras indah penuh kepalsuan
Keanggunan sejati luruh berganti
Segala kasih yang diberi
Bak iblis membunuh perlahan

Tidakkah kau sadari
Tidakkah kau pahami
Segala keindahan
Hanyalah kemuflase
Terhampar dalam fartamorgana



MALANG KU

Jelujur arah perjalanan ini
Panas dan sesak ku rasa
Setiap jalan tak dapat disangkal
Ada kerinduan  lembutnya sentuhan angin
Hingga tiba saatnya aku berada di perbatasan
Panas bercampur sejuk melebur membaur
Dalam hitungan detik ku kan sampai
Terus ku pandangi jalan memutar senandung rinduku
Ya, kini ku telah sampai
Sejuk ku rasa menyentuh pori-pori
Rinduku telah terbalaskan
Surgaku. Disinilah surgaku
Enggan rasanya ku berlabuh jauh
Tak ada panas, tak ada penat
Terus ku menapak tegas di tanah ini
Sampai kapanpun Malang ku rindu



PANDANG DUNIA

Ribuan mata terpasang tajam
Menerawang bayang diri di setiap ruang
Ribuan mata memandang
Tak ada satu keharuan di sana

Tangan menggerayang mencabut nyawa
Tak segan menenggelamkan nurani
Ribuan mata tersorot jauh
Pada satu titik bias tega terarah

Peluru tajam mematikan
Mampu dilepaskan melesat gesit
Tepat mendarat di jantung hati tak bertuan
Usai, segala upaya tak mampu di bendung
Ribuan mata menerawang
Jauh, dari batas ambang biduk berlayar



PADI


Jangan kau menunduk
Seakan beban menyayat
Sesalkah kau rasa?
Teruslah tegap menatap matahari
Seperti ku tahu di masa mudamu
Benarkah beban itu?
Maafkan kami yang tak mengertimu

Sesal tak ku rasa
Beban tak jua ada
Tundukku di penghujung usia
Memohon ampun segala dosa
Kepada pencipta semesta
Ciptakanku untukmu
Kulihat senyum menjuntai
Bahagia telah ku rasa
Aku malu
Kepada dunia, kepada sang surya
Biarlah raga ini pergi, nikamati

Lumpuh ku kenang pejuang
Dari sebenih biji
Menyebar semai hijau
Merebah bak sisik naga
Tertunduk layu kaku
Bersiap tercabut tancap tanam
Itulah kau
Terima kasih


Percaya Pasti

Bayang semu menggantung di awang mimpi
Ketika tabir tak bisa lagi membuka nyata hati ini
Terlena, hanya terpaku, mungkin
Kibarkan asa kedamaian terdalam hati
Mengendap segumpal tanya teka teki tak mampu terjawab
Terhitung waktu yang kan memulai
Kepada rasa yang menggelayut membuai dera tanya
Adakah kiranya ruang tuk memutar masa?
Tak akan, tak pernah

Seberkas angan tertahan dalam sepi
Tertatih hati tak mampu berdiri
Hingga tiba saatnya nanti
Akan ada hati yang kan menemani
Enggan berhenti di perbatasan nyata ini
Nurani tak henti berbisik
Adakah sekuntum hati memekar membias kerinduan
Merekah bersanding membunuh sang mimpi
Coba tancap yakin di belukar pasti
Esok pastilah sepi kan berganti






RINTIK KEHIDUPAN

Lelah ku menanti rintik kehidupan menyapa
Pertanda pun tak ku dapat
semakin angkuh kini
Matahari semakin kokoh
Bertengger dengan panasnya
Awan tak mampu menghalangi pancarnya
Semakin meradang ku rasa hampir tak pernah goyah
Puluhan purnama ku hitung
Hingga malam ini purnama kembali datang
Tak pernah terlambat

Purnama telah berhasil merayu rintik yang ku nanti
Rintik ku telah kembali
Meski panas tetap menemani
Meski panas tak mau mengalah
Yang ku tahu kini rintik selalu ada disetiap hariku
Penantian dulu kurasa lupa sudah
Rintik kehidupan tak lagi angkuh
Tetap memeluk dengan selimut embun
Entah sampai kapan rintik tetap bertahan
Yang ku ingin tetap ada rintik bersanding dengan matahari







6 comments for "Kumpulan Puisi Terbaru : Rintik Kehidupan"

  1. Aku suka dengan puisi ini kata lkatanya isa ku pahami

    ReplyDelete
  2. Nama : Iskandar Zulqarnain
    Email : iskandarzulqarnain@student.ppns.ac.id
    Web : https://ppns.ac.id/
    Terima kasih atas informasi yang beranfaat, jangan lupa kunjungi link https://ppns.ac.id/ dan https://cloudcomputingstudentppns.wordpress.com/

    ReplyDelete
  3. bagus sekali..
    silahkan kunjungi juga situs saya di https://mydanangajippns.wordpress.com/ dan http://ppns.ac.id

    ReplyDelete

Post a Comment

Berlangganan via Email