Contoh Teks Anekdot Terbaru

Anekdot tentang korupsi
Pada kesempatan kali ini, Artikel Kami akan menampilkan contoh teks anekdot yang terbaru. Teks yang dikenal kritis sekaligus lucu ini tentu akan menarik dibaca. Untuk selengkapnya silakan simak postingan berikut. 

Teks Anekdot – Korupsi atau Sedekah?

Saat-saat menjelang pemilu memang menjadi suatu momentum yang paling ditunggu- tunggu oleh masyarakat Indonesia. Bukan hanya karena bangsa Indonesia akan menentukan nasibnya sendiri untuk masa 5 tahun ke depan.

Tetapi memang hanya dalam masa kampanye selama 1 bulan itulah rakyat kecil benar-benar diperhatikan oleh wakil rakyatnya. Para caleg berebut simpati dan meniupkan angin surga kepada calon pemilihnya.

Pak Beki merupakan salah satu caleg dari satu partai inkumben yang hendak mencalonkan diri lagi untuk periode selanjutnya. Seperti strategi yang sebelum-sebelumnya, menjelang masa pemilu ia memperbanyak rapat bersama komisinya dan sukses melakukan mark up anggaran dana hingga miliaran rupiah. Dari situlah ia menggemukkan pundi-pundi uangnya yang rencananya akan ia gunakan sebagian untuk mengkampanyekan dirinya kembali sebagai salah satu caleg.

Agenda hari ini adalah pak Beki akan melakukan kunjungan ke sebuah pasar yang dalam janji pencalonannya kali ini akan direvitalisasi seandainya ia kembali terpiliih. Pak Beki memang dikenal sebagai seorang pribadi yang dermawan.
Semua tempat yang digunakan kepentingan umum di daerah itu tak pernah lepas dari tangannya yang sangat suka bersedekah itu.Tidak ada satupun orang yang menanyakan asal muasal uang tersebut.Pak Beki menyampaikan orasi politiknya dan masyarakat pun terpukau.

Hari kedua di tempat yang sama, pak Beki berencana melakukan operasi pasar sambari melakukan politik uang kepada para pedagang di sana. Satu persatu kios didatangi, ditanyai ini itu, lalu pada akhir pembicaraan pak Beki bersalaman dengan para pedagang sembari menyelipkan amplop di tangannya.Jadilah amplop berisi uang seratus ribu tersebut berpindah tangan. 

Semua pedagang tampak senang dengan cara pak Beki ini. Hingga sampailah pak Beki di ujung pasar dan hendak berbincang dengan pemilik lapak yang paling ujung. Pemilik lapak yang paling ujung adalah pak Mahmud,seorang yang giat beragama. Saat pak Beki hendak menyelipkan amplopnya ke tangan pak Mahmud, pak Mahmud dengan tegas menolak.

"Saya tidak mau dikasihani apalagi yang seprti ini namanya pelanggaran hukum. Korupsi ini namanya pak. Saya hanya mau menerima sesuatu itu dalam bentuk sedekah."
Pak Beki sempat kehabisan akal dan bingung. Tapi sejurus kemudian ia mempunyai ide.
"Baiklah kalau begitu, berapa harga bawang satu kilo?"
"Seratus ribu, pak."
"Saya beli 10kg bawang, dan bawang yang saya beli ini akan saya sedekahkan kepada Anda."
Pak Mahmud mengangguk.
Tamat

Teks anekdot tersebut merupakan teks anekdot yang lengkap secara struktur dan kebahasaannya. Jika sobat ingin memberikan tanggapan silakan berkomentar di kolom yang telah disediakan. Sampai jumpa!

No comments for "Contoh Teks Anekdot Terbaru"

Berlangganan via Email