Teks Proposal: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Unsur Kebahasaan

Teks proposal menjadi sebuah tulisan yang dibuat untuk tujuan suatu kegiatan untuk para pembaca, dengan tujuan memberikan pemahaman mengenai tujuan dibuatnya kegiatan tersebut secara jelas dan lebih detail. Ini untuk bisa menyampaikan maksud dan tujuan dilaksanakannya acara itu.

Pengertian Teks Proposal

materi pembelajaran kelas 10 teks proposal

Teks proposal adalah suatu program atau rencana dari sebuah kegiatan atau acara yang bersifat sebagai usulan belaka. Atau definisi teks proposal juga disebut sebagai usulan tertulis untuk melaksanakan sebuah kegiatan yang akan diinformasikan kepada pihak-pihak tertentu dan telah disepakati.

Menurut KBBI, proposal adalah renana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. Teks proposal ini dibuat sedemikian rupa dengan berbagai macam pertimbangan. Didalamnya juga dilengkapi dengan deretan jumlah anggaran dana sementara untuk pengeluarannya.

Menurut Hadi, proposal adalah sebuah usulan yang telah terstruktur untuk suatu agenda atau acara tertentu. Biasanya dalam bentuk kerjasama bisnis antara lembaga atau perusahaan dengan pihak penyelenggara acara. Mulai dari usulan hingga pada pemecahan masalahnya.

Ciri-Ciri Teks Proposal

Terdapat beberapa macam ciri teks proposal yang bisa Anda jadikan sebagai patokan untuk dapat mengenali jenis tulisan satu ini. Setiap jenis karya tulis memiliki ciri-cirinya masing-masing. Berikut adalah penjelasan mengenai ciri dari teks proposal.

1. Berisi Ringkasan Kegiatan atau Penelitian yang akan Dilaksanakan

Ciri pertama dari teks proposal adalah isinya mengenai ringkasan kegiatan atau penelitian yang akan dilaksanakan dengan penjelasan secara detail dan mendalam. Tentang segala sesuatu berhubungan dengan acara aau kegiatan tersebut.

Ringkasan tersebut berisi berbagai macam hal, mulai dari latar belakang, tujuan, jadwal kegiatan, dan juga tata cara pelaksanaan kegiatan. Semuanya ditulis dan dicantumkan ke dalam teks proposal tersebut. Tentunya dengan bahasa yang mudah dipahami dan tidak bertele-tele.

2. Dibuat dengan Singkat, Padat dan juga Jelas

Sebuah proposal harus dibuat dengan bahasa yang singkat, padat dan juga jelas. Tidak boleh dibuat dengan menggunakan bahasa yang terlalu bertele-tele. Dengan begitu akan muncul kesan tulisan menjadi tidak bermutu dan tidak sesuai dengan cirinya.

Selain itu, penulisan seperti ini akan membuat para donator atau semua pihak yang dituju langsung mengerti mengenai poin penting dari dibuatnya acara tersebut. Dengan begitu, mereka juga tidak akan segan-segan untuk memberikan donasinya untuk menyukseskan kegiatan itu.

3. Terdapat Pihak yang Melakukan Pengajuan Proposal dan Pihak yang Dituju

Selanjutnya yakni ada pihak yang akan melakukan pengajuan proposal dan juga pihak yang dituju. Pihak yang melakukan pengajuan antara lain adalah panitia acara, peneliti atau pelaku usaha sesuai dengan proposal tersebut.

Untuk pihak yang dituju yakni pihak yang memiliki otoritas izin, sponsor atau donator yang akan membantu dalam pemberian dana. Terutama untuk mendapatkan tambahan biaya supaya acara bisa terlaksana. Tentunya dengan baik dan terstruktur secara tepat dan cepat.

4. Disusun Secara Sistematis

Berikutnya yakni teks proposal disusun secara sistematis dan memiliki struktur penulisan yang baku dan sesuai dengan ejaan yang telah ditetapkan oleh Badan Bahasa dan Budaya. Proposal penelitian dan kegiatan harus memenuhi kriteria dan syarat-syarat yang diinginkan.

Ini supaya penulisannya juga menjadi terstruktur dan jauh lebih bagus. Dengan adanya hal ini, tulisan teks proposal juga akan lebih bermutu dan dipercaya. Ini akan mempermudah panitia acara dalam memperoleh tambahan biaya untuk menyukseskan acara tersebut.

Itulah beberapa penjelasan mengenai ciri-ciri dari teks proposal. Ini untuk dapat mempermudah Anda dan juga para pembaca untuk dapat mengenali tulisan tersebut. Hal tersebut tentu akan sangat berguna dalam mengembangkan tulisan kegiatan itu.

Struktur Teks Proposal

Terdapat beberapa macam struktur teks proposal yang memang harus Anda pahami dan kenali terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan supaya Anda dan para pembaca dapat memahami cara-cara penyusunan teks proposal yang baik dan benar. Berikut adalah penjelasan-penjelasannya.

1. Halaman Judul dan Latar Belakang

Hal pertama yang paling penting dalam struktu penulisan teks proposal adalah halaman judul. Bagian tersebut memuat mengenai kegiatan, tempat, waktu penyelenggaraan dan juga pihak yang mempunyai maksud merencanakan kegiatan.

Selanjutnya yakni latar belakang yang harus mencantumkan alasan kegiatan atau penelitian tersebut dilakukan dan dilaksanakan. Selain itu, panitia acara juga harus memberikan keterangan mengenai hal yang menjadi landasan dari dilaksanakannya kegiatan tersebut.

2. Tujuan dan Manfaat Kegiatan

Berikutnya yakni tujuan dan manfaat kegiatan tersebut. Ini berisi mengenai maksud dan juga manfaat yang bisa diperoleh dari acara yang dilaksanakan tersebut. Tujuan paling sedikit dicantumkan satu atau lebih dari itu.

Setiap poinnya ditulis tujuan paling penting. Setelah itu meluas kepada tujuan yang tidak terlalu penting dalam pelaksanaaan kegiatan tersebut. Paling penting kegiaatn tersebut harus benar-benar dibuat dengan sebaik mungkin seperti yang tercantum dalam proposal tersebut.

3. Penyelenggara, Nama dan Tema, serta Bentuk Kegiatan

Penyelenggara ini berisi mengenai keterangan pihak penyelenggara kegiatan atau kelompok yang akan melakukan acara tersebut. Pada isi ini bisa dicantumkan nomor kontak panitia pelaksananya. Nama dan tempat kegiaan juga harus disebutkan dengan benar dan tepat.

Bentul kegiatan menjadi bagian dari penyebutan secara rinci mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut. Seluruh kegiatan harus dituliskan dalam proposal. Ini supaya lembaga yang dituju bisa memahami isi dari proposal tersebut dengan baik dan benar.

4. Peserta, Jadwal dan Tempat

Peserta kegiatan berisi mengenai pihak yang mengikuti acara. Semua peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut harus dicantumkan dengan benar dan sesuai. Hal tersebut sangat penting untuk dilakukan. Terutama juga sebagai bentuk dokumentasi panitia.

Kemudian juga terdapat jadwal dan tempat pelaksanaan. Jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan dalam beberapa hari selama kegiatan harus dicantumkan. Penjelasannya harus dibuat sedetail mungkin. Termasuk juga untuk tempat acara tersebut dilaksanakan.

5. Susunan Panitia, Rencana Anggaran

Susunan panitia acara juga harus dicantumkan didalamnya secara rinci dan benar. Penjelasan susunan panitia acara harus ditulis dengan benar dan lengkap. Ini sebagai salah satu bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih atas kerja sama dalam penyelenggaraan acara tersebut.

Termasuk juga penjelasan mengenai rencana anggarannya. Rencana anggaran juga harus dibuat dengan demikian rupa. Anda harus mencantumkan seluruh biaya anggaran yang dibutuhkan

6. Penutup, Penawaran Kerja Sama, Tanda Tangan

Bagian penutup berisi kalimat atau paragraf yang berisi harapan supaya pihak terkait mau untuk mendukung acara tersebut. Kemudian juga terdapat penawaran kerja sama dengan beberapa pihak. Hal ini sangat penting untuk dicantukan dengan jelas untuk dapat membuat pihak tersebut tertarik.

Terakhir yakni pemberian tempat, tanggal, tanda tangan dan juga nama penanggung jawab acara. Pemberian keterangan ini untuk memudahkan pihak terkait untuk menghubungi ketua panitia acara. Terutama jika terjadi sesuatu yang sangat penting dan harus segera dilaksanakan.

Itulah beberapa penjelasan mengenai struktur teks proposal yang memang harus dicantumkan dalam setiap pembuatan karya tulis. Untuk itu semua hal diatas harus tetap tertulis dan tertuang dengan benar dan tepat. Supaya pembaca dan pihak dituju bisa memahami maksud acara tersebut.

Unsur Kebahasaan Teks Proposal

Ada beberapa macam unsur kebahasaan dalam teks proposal yang harus Anda pahami. Ini supaya dapat membuat teks proposal yang baik dan tepat. Dengan begitu juga akan mudah dipahami oleh para pembaca. Berikut adalah penjelasan-penjelasannya.

  • Memakai istilah ilmiah, baik yang berhubungan dengan kegiatan tersebut atau dengan bidang keilmuannya itu.
  • Memakai kata kerja tindakan untuk dapat menyatakan langkah dari kegiatan tersebut atau metode penelitian yang akan digunakan dalam teks proposal.
  • Memakai kata yang menyatakan definisi. Misalkan merupakan, adalah, yaitu, yakni dan masih banyak lain lainnya.
  • Memakai kata yang memiliki makna perincian. Misalkan pertama, kedua, selain itu dan masih banyak lagi lainnya.
  • Memakai kata yang mempunyai sifat ke-akan-an. Misalkan seperti akan, diharapkan, dimaksudkan dan lain sebagainya.
  • Memakai kata bermakna denotatif atau memiliki makna sebenarnya. Jadi makna dari proposal ini disampaikan secara langsung. Bukan dengan menggunakan perumpamaan atau diksi seperti dalam karya sastra.

Demikian pembahasan mengenai teks proposal: pengertian, ciri-ciri, struktur, dan unsur kebahasaan. Semua hal tersebut akan bisa Anda dapatkan dan pahami dalam artikel diatas. Pembaca akan bisa memperoleh berbagai macam definisi dan penjelasan detailnya juga.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url