Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Teks Negosiasi: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Unsur Kebahasaan

Teks negosiasi memiliki tujuan untuk mencapai kata sepakat antara pihak yang memiliki kepentingan masing-masing. Teks ini isinya mengenai kalimat yang berisi kesepakatan tentang persoalan yang membutuhkan kata selesai.

Pengertian Teks Negosiasi

teks negosiasi

Pengertian teks negosiasi adalah teks yang memuat interaksi sosial agar bisa mencapai kata sepakat pada pihak yang mempunyai kepentingan sendiri-sendiri. Termasuk juga saling bertentangan juga. Teks ini berisi mengenai proses tentang mencapai suatu kesepakatan atau perjanjain dua pihak.

Terdapat beberapa pengertian mengenai teks negosiasi berdasarkan beberapa hal. Teks negosiasi memiliki kalimat kesepakatan perihal persoalan yang memerlukan kata penyelesaian didalamnya. Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai hal ini.

Keduanya mempunyai hak yang sama yakni menerima dan juga saling memberikan. Biasanya negosiasai memiliki proses tawar menawar sampai berada di tahapan kesepakatan . Maka dari itu, adanya teks negosiasi ini memang sangat diperlukan.

Ciri-Ciri Teks Negosiasi

Ada beberapa macam ciri dari teks negosiasi yang wajib Anda ketahui penjelasan-penjelasannya. Semua itu bisa menjadi cara mudah bagi Anda untuk mengenai jenis teks satu ini. Berikut adalah berbagai macam ciri-ciri teks negosiasi dan pembahasannya.

1. Pihak-Pihak yang Terlibat Memiliki Kepentingan Berbeda

Ciri pertama dari teks negosiasi adalah mempunyai pihak-pihak yang terlibat memiliki kepentingan berbeda-beda pula. Dalam sebuah negosisasi, tentu terdapat perbedaan-perbedaan jelas yang terlihat didalam jenis tulisan satu ini.

Perbedaan yang dimiliki dalam teks negosiasi ini nantinya akan memperoleh keputusan bersama. Keputusan ini merupakan hasil dari perbedaan kepentingan dari satu orang dan orang lainnya. Semuanya menjadi satu dalam musyawarah tersebut.

2. Sarana Penyelesaian Masalah

Berikutnya yakni menjadi sarana dalam memberikan penyelesaian terhadap masalah. Dalam kehiduoan ini, seorang manusia tidak mungkin terlepas dari hal yang bernama masalah. Semua manusia pasti akan berada pada titik untuk menyelesaikan permasalah tersebut.

Setiap masalah memiliki cara dan proses untuk menyelesaikannya dengan berbeda-beda. Bergantung dengan seperti apa masalah yang terjadi. Setelah berhasil diketahui secara benar dan rinci, maka hal berikutnya adalah mencari penyelesaian masalah paling tepat.

3. Memfokuskan pada Kepentingan Bersama yang Sama-Sama Menguntungkan

Selanjutnya yakni memfokuskan diri pada kepentingan bersama yang juga sama-sama menguntungkan. Dengan begitu, akan dapat dicapai hasil bersama yang bisa memuaskan semua pihak. Baik dari pihak sendiri atau pihak lainnya juga.

Melakukan fokus demi kepentingan bersama dengan syarat bisa sama-sama memberikan keuntungan untuk satu sama lain. Ini akan menjadi salah satu alasan yang akan mencari ciri khusus dari tulisan yang satu ini. Sekaligus juga memberikan banyak hal baik juga.

4. Menjadi Media Penengah Pembuat Kesepakatan

Ciri berikutnya yaitu menjadi media penengah pembuat kesepakatan. Teks negosiasi ini akan memberikan titik penyelesaian masalah yang dapat membantu dalam menengahi masalah-masalah yang sedang terjadi ketika itu.

Media penengah ini akan membuat kesepakatan antara pihak-pihak yang mempunyai permasalahannya sendiri-sendiri tersebut. Semuanya akan diselesaikan dengan cara terbaik. Termasuk dengan jalan yang tepat dan tidak merugikan pihak manapun.

5. Mengarah Kepada Tujuan Praktisnya

Ciri yang terakhir yakni mengarah kepada tujuan praktis dari adanya teks negosiasi. Ini berfungsi sebagai penengah dari terjadinya konflik didalam suatu kejadian tertentu. Hal tersebut akan memberikan berbagai macam pengarahan terbaik.

Pemberian pengarahan semacam ini bertujuan untuk mencapai hasil negosiasi terbaik. Ini akan memberikan banyak pilihan unuk dapat menggapai tujuan praktis. Agar dapat tercapai hasil yang sesuai dengan keinginan yang diinginkan.

Seperti itulah beberapa penjelasan mengenai ciri-ciri dari teks negosiasi. Ciri-ciri ini bertujuan untuk dapat mengenali dengan cepat dan tepat teks jenis satu ini. Hal tersebut akan dapat memberikan kemudahan bagi Anda dalam mengenali teks negosiasi.

Struktur Teks Negosiasi

Ada banyak struktur dari teks negosiasi yang perlu Anda ketahui. Terdapat beberapa struktur baku yang sangat diperlukan yakni pembuka, isi dan juga penutup. Berikut ini adalah berbagai struktur dari teks negosiasi yang memang perlu untuk dihadirkan dalam jenis tulisan tersebut.

1. Teks Negosiasi Pemecah Konflik

Untuk struktur dari teks negosiasi pemecah konflik terdiri dari pembuka, isi dan juga penutup. Dalam bagian pembuka isinya adalah mengenai perkenalan dari dua pihak yang lalu akan masuk pada pokok pembahasan didalam teks negosiasi tersebut.

Pemecah konflik berarti menjadi pereda masalah antar kedua belah pihak atau lebih. Teks negosiasi ini memang memiliki tujuan untuk dapat mencari solusi dari berbagai macam permasalahan yang tengah terjadi. Jika masalah lumayan rumit, biasanya akan dihadirkan pihak pembantu juga.

2. Teks Negosiasi Kerja Sama

Berikutnya yakni teks negosiasi kerja sama yang memberikan berbagai macam kerja sama untuk dapat mengakhiri semua masalah yang sedang terjadi. Biasanya pihak negosiator akan menawarkan banyak solusi untuk permasalahan.

Kemudian mereka akan memberikan semua keputusan dan jawaban dari pihak masing-masing. Mereka boleh memilih tetap meneruskannya atau memilih jalan damai dengan bekerja sama. Dengan begitu akan dicapai kata sepakat dan damai dari kedua pihak tersebut.

3. Teks Negosisasi Penjual dan Pembeli

Berikutnya yakni jenis teks negosiasi penjual dan pembeli. Jenis teks satu ini biasanya ditujukan kepada pihak penjual dan pembeli yang melakukan transaksi jual beli. Baik pada area pasar atau di luaran area tersebut. Semuanya dilakukan secara terbuka dan tidak ada unsur pemaksaan.

Penjual dan pembeli akan melakukan negosiasi untuk bisa mencapai kata sepakat. Mengenai penukaran barang dagangan dengan uang yang dimiliki oleh sang pembeli. Setelah mencapai kesepakatan, barulah keduanya ada serah terima barang dari kedua pihak tersebut.

Seperti itulah struktur-struktur dari teks negosiasi yang ada pada bagian tulisan satu ini. Semuanya memiliki beberapa perbedaannya masing-masing. Namun, tetap memiliki tujuan yang sama, yakni mencapai kata sepakat dari kedua pihak tersebut.

Unsur Kebahasaan Teks Negosiasi

Selanjutnya hal terakhir yang akan dibahas adalah mengenai unsur kebahasaan dari teks negosiasi. Unsur kebahasaan dalam jenis teks satu ini meliputi beberapa hal penting. Berikut adalah macam-macam penjelasan tentang hal tersebut.

  • Menggunakan Bahasa Santun

Unsur kebahasaan teks negosiasi yang pertama adalah menggunakan bahasa yang satun. Ini bertujuan untuk memberikan ungkapan santai kepada kedua belah pihak. Supaya dapat diambil jalan tengah dari permasalahan terswbut.

Dengan begitu tidak akan ada perselisihan kembali. Bahkan bisa saja kedua pihak itu akan bisa mencapai kata sepakat didalam negosiasi yang mereka lakukan tersebut. Hal ini tentu membawa dampak positif bagi kelangsungan hal ini.

  • Menggunakan Ungkapan Persuasif

Selanjutnya yakni menggunakan ungkapan persuasif atau biasa disebut sebagai bahasa untuk membujuk. Bahasa yang dipakai dalam teks negosiasi lebih cenderung kepada bahasa yang dapat membujuk kedua belah pihak yang sedang bermasalah tersebut.

Penggunaan bahasa persuasif ini bertujuan untuk dapat membujuk keduanya agar mau untuk berdamai. Kemudian mencapai kata sepakat bersama-sama. Supaya bisa tercipta lingkungan yang lebih harmonis satu sama lain.

Demikian pembahasan mengenai teks negosiasi: pengertian, ciri-ciri, struktur dan unsur kebahasaan. Terdapat beberapa penjelasan mengenai hal tersebut yang dikupas secara terperinci dalam artikel diatas. Dengan begitu, pembaca bisa memahaminya lebih dalam lagi.

Post a Comment for "Teks Negosiasi: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Unsur Kebahasaan"

Berlangganan via Email