Tugas Bahasa Indonesia : Mengevaluasi Kebahasaan Teks




Berikut ini adalah contoh teks yang salah dalam penulisan, keefektifan kalimat, dan penggunaan tanda baca. Tugas kalian adalah mengevaluasi dan menganalisis kesalahan-kesalahan yang ada pada paragraf berikut. Hasil analisis tersebut silakan dikirim di kolom komentar. Selamat Mengerjakan!
 ............................................


Secara kognitif siswa SMA berada pada taraf berfikir oprasional formal.  Gunarsa (1982:159), menjelaskan bahwa masa oprasional formal adalah usia 11 tahun sampai dewasa. Pada usia tersebut seorang anak mengembangkan kemampuan kognitif untuk berpikir abstrak dan hipotesis. Selain itu para anak-anak juga dapat berpikir secara sistematik untuk memecahkan suatu persoalan. Kemampuan berpikir tersebut sudah dapat dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi atau berpikir kritis.

Beberapa ahli telah mendifinisikan berfikir kritis dengan sangat jelas dan tegas. Berpikir kritis adalah hati-hati, dan mempertimbangkan masak-masak dalam menetapkan baik menerima, menolak, atau menangguhkan penilaian terhadap sebuah pernyataan (Moore dan Parker, 1986:4). Berbeda dengan kedua toko tersebut, Paul (dalam Fisher, 2008:4) menyatakan bahwa berfikir kritis adalah model berfikir­­ mengenai hal, substansi atau apa saja dimana pemikir meningkatkan kualitas pemikirannya dengan menangani secara terampil struktur-struktur yang melekat dalam pemikiran dan menerapkan standar intelektual padanya. Selanjutnya, Nurhadi dan Senduk tidak mendifinisikan berpfkir kritis dan berfikir kreatif sebagai sesuatu yang terpaduh. Nurhadi dan Senduk (2009:16) menyatakan bahwa berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thingking) berarti siswa dapat menggunakan tingkat berpikir yang lebih tinggi secara kritis dan kreatif: dapat menganalisis, membuat sintesa, memecahkan masalah, membuat keputusan, dan menggunakan logika serta bukti-bukti. Dari beberapa pengertian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa berpikir kritis adalah berpikir menggunakan logika serta bukti-bukti dengan cara mengumpulkan informasi sehingga memiliki argumentasi yang tepat untuk menyelesaikan sebuah permasalahan tanpa resiko. 
 baca juga :
Membaca dalam hati
Contoh kajian pustaka sesuai pedoman 

Berpikir kritis dan kreatif merupakan suatu perpaduan. Dalam mengefaluasi sebuah argument atau gagasan, imajinasi dan kreatifitas sangat berperan. Imaginasi dan kreatifitas akan mencari kemungkinan-kemungkinan lain, menemukan pertimbangan-pertimbangan alternatif, serta mengajukan berbagai pilihan. Fisher (2008:13) menyatakan bahwa supaya dapat menilai isue dengan baik, penilaian harus didasari banyak argumen-argumen dari pemikiran tentang pertimbangan-pertimbangan yang relefan selain yang ditawarkan, melihat setiap isue dari titik pandang yang berbeda, dan membayangkan skenario-skenario alternatif; intinya orang tersebut harus  sangat benar-benar kreatif. 


Next Post Previous Post
88 Comments
  • Alvira Rahmawati
    Alvira Rahmawati August 19, 2019 at 12:10 PM

    Nama: Alvira Rahmawati
    Kelas/absen: XI MIA 5(2018)/02
    Paragraf 1.
    Oprasional: operasional
    Berfikir: berpikir
    Pada usia tersebut: pada usia tersebut,
    Selain itu para anak-anak: selain itu anak-anak
    Paragraf 2
    mendifinisikan: mendefinisikan
    berfikir: berpikir
    masak-masak: matang-matang
    berfikir: berpikir
    berfikir: berpikir
    mendifinisikan: mendefinisikan
    berfikir: berpikir
    berfikir: berpikir
    terpaduh: terpadu
    serta bukti-bukti. : serta bukti-bukti dari...
    Paragraf 3.
    mengefaluasi: mengevaluasi
    argument: argumen
    imaginasi: imajinasi
    isue: isu
    relefan: relevan
    skenario-skenario alternatif: skenario alternatif
    alternatif; intinya orang tersebut: alternatif, intinya orang tersebut.

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 12:10 PM

    Nama : kunthi kinanti bumiayu
    Absen : 19
    Kelas : 11 mipa 5 (2018)

    Paragraf 1.
    Oprasional: operasional
    Berfikir: berpikir
    Pada usia tersebut: pada usia tersebut,
    Selain itu para anak-anak: selain itu anak-anak
    Paragraf 2
    mendifinisikan: mendefinisikan
    berfikir: berpikir
    masak-masak: matang-matang
    berfikir: berpikir
    berfikir: berpikir
    mendifinisikan: mendefinisikan
    berfikir: berpikir
    berfikir: berpikir
    terpaduh: terpadu
    serta bukti-bukti. : serta bukti-bukti dari...
    Paragraf 3.
    mengefaluasi: mengevaluasi
    argument: argumen
    imaginasi: imajinasi
    isue: isu
    relefan: relevan
    skenario-skenario alternatif: skenario alternatif
    alternatif; intinya orang tersebut: alternatif, intinya orang tersebut.

  • Gabriel Yuliyus Hogi
    Gabriel Yuliyus Hogi August 19, 2019 at 12:11 PM

    Gabriel Yuliyus Hogi, mipa 5'18, absen 15.

    Paragraf 1.
    Oprasional: operasional
    Berfikir: berpikir
    Pada usia tersebut: pada usia tersebut,
    Selain itu para anak-anak: selain itu anak-anak
    Paragraf 2
    mendifinisikan: mendefinisikan
    berfikir: berpikir
    masak-masak: matang-matang
    berfikir: berpikir
    berfikir: berpikir
    mendifinisikan: mendefinisikan
    berfikir: berpikir
    berfikir: berpikir
    terpaduh: terpadu
    serta bukti-bukti. : serta bukti-bukti dari...
    Paragraf 3.
    mengefaluasi: mengevaluasi
    argument: argumen
    imaginasi: imajinasi
    isue: isu
    relefan: relevan
    skenario-skenario alternatif: skenario alternatif
    alternatif; intinya orang tersebut: alternatif, intinya orang tersebut.

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 12:12 PM

    Nama :Gilang pratama
    Kelas :MIPA 5
    Absen :16

    Paragraf 1.
    Oprasional: operasional
    Berfikir: berpikir
    Pada usia tersebut: pada usia tersebut,
    Selain itu para anak-anak: selain itu anak-anak

    Paragraf 2
    mendifinisikan: mendefinisikan
    berfikir: berpikir
    masak-masak: matang-matang
    berfikir: berpikir
    berfikir: berpikir
    mendifinisikan: mendefinisikan
    berfikir: berpikir
    berfikir: berpikir
    terpaduh: terpadu
    serta bukti-bukti. : serta bukti-bukti dari...

    Paragraf 3.
    mengefaluasi: mengevaluasi
    argument: argumen
    imaginasi: imajinasi
    isue: isu
    relefan: relevan
    skenario-skenario alternatif: skenario alternatif
    alternatif; intinya orang tersebut: alternatif, intinya orang tersebut.

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 12:17 PM

    Nama :Inge Elvanda
    Kelas :MIPA 5'18
    >Berpikir~Berfikir
    >Oprasional~Operasional
    >Mendifinisikan~Mendefinisikan
    >Masak-masak~Masa-masa
    >Toko~Tokoh
    >Terpaduh~Terpadu
    >Mengefaluasi~Mengevaluasi
    >Argument~Argumen
    >Imaginasi~Imajinasi
    >Relefan~Relevan

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 12:19 PM

    Nama : Vira
    Kelas : XI Mipa 5'18
    No.Absen : 33


    Paragraf 1

    Oprasional: operasional
    Berfikir: berpikir
    Pada usia tersebut: pada usia tersebut,
    Selain itu para anak-anak: selain itu anak-anak
    Paragraf 2

    mendifinisikan: mendefinisikan
    berfikir: berpikir
    masak-masak: matang-matang
    berfikir: berpikir
    berfikir: berpikir
    mendifinisikan: mendefinisikan
    berfikir: berpikir
    berfikir: berpikir
    terpaduh: terpadu
    serta bukti-bukti. : serta bukti-bukti dari...
    Paragraf 3

    mengefaluasi: mengevaluasi
    argument: argumen
    imaginasi: imajinasi
    isue: isu
    relefan: relevan
    skenario-skenario alternatif: skenario alternatif
    alternatif; intinya orang tersebut: alternatif, intinya orang tersebut.

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 12:20 PM

    Nama:Dwi Ayu Agustina
    Kelas: MIPA 5'18
    *Berpikir->Berfikir
    *Oprasional->Operasional
    *Mendifinisikan -> Mendefinisikan
    * Masak-masak -> Masa-masa
    *Toko -> Tokoh
    * Tanda(,)pada kalimat hal,substansi-> seharusnya dihilangkan
    *Terpaduh-> Terpadu
    * Mengefaluasi-> Mengevaluasi
    * Argument -> Argumen
    * Imaginasi->Imajinasi
    *Isue-> Isu
    *Relefan-> Relevan
    *Tanda (;)pada akhir paragraf ke-3 -> seharusnya(,).

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 12:20 PM

    Nama : Kustiyaningsih
    Kelas : Mipa 5'18
    No. Absen : 20

    Paragraf 1
    Tulisan oprasional yang benar adalah operasional

    Paragraf 2
    Tulisan mendifinisikan yang benar adalah mendefinisikan
    Masak-masak seharusnya matang-matang
    Setelah kata hati-hati seharusnya tidak perlu tanda koma
    Tulisan berpikir yang benar yaitu berfikir
    Tulisan terpaduh yang benar adalah terpadu tidak perlu akhiran h
    Setelah kata kreatif seharusnya ada tanda koma (,) bukan tanda titik dua
    Kata diatas seharusnya dipisah menjadi di atas

    Paragraf 3
    Tulisan mengefaluasi yang benar yaitu mengevaluasi
    Tulisan argument yang benar adalah argumen tanpa tambahan t
    Tulisan isue yang benar yaitu isu tanpa tambahan e
    Tulisan imaginasi yang benar yaitu imajinasi
    Tulisan relefan yang benar yaitu relevan
    Setelah kata alternatif seharusnya tanda koma (,) bukan tanda (;)

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 12:20 PM

    Nama: Nafa Ria Regita
    Kelas:XI MIPA 5
    No absen: 25

    Paragraf 1.
    Oprasional: operasional
    Berfikir: berpikir
    Pada usia tersebut: pada usia tersebut,
    Selain itu para anak-anak: selain itu anak-anak
    Paragraf 2
    mendifinisikan: mendefinisikan
    toko: tokoh
    berfikir: berpikir
    masak-masak: matang-matang
    berfikir: berpikir
    berfikir: berpikir
    mendifinisikan: mendefinisikan
    berfikir: berpikir
    berfikir: berpikir
    terpaduh: terpadu
    serta bukti-bukti. : serta bukti-bukti dari...
    Paragraf 3.
    mengefaluasi: mengevaluasi
    argument: argumen
    imaginasi: imajinasi
    isue: isu
    relefan: relevan
    skenario-skenario alternatif: skenario alternatif
    alternatif; intinya orang tersebut: alternatif, intinya orang tersebut.

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 12:22 PM

    Beberapa kesalahan pada teks di atas antara lain yaitu, kesalahan ejaan pada kata oprasional, berfikir, mendifinisikan, terpaduh, mengefaluasi, argument, kreatifitas, imaginasi, dan isue. Terdapat pemborosan kata dalam paragraf ke satu, kalimat ke empat pada kata "para anak-anak". Selain itu, penggunaan tanda baca koma (,), titik koma (;) dan kata yang tidak tepat, seperti pada kata "masak-masak" dalam paragraf ke dua, kalimat ke dua .

    Nama : Khoiriyah
    Kelas : MIPA-5 18
    No. Absen : 18

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 12:22 PM

    Nama :Mellisa Rindiani M
    Kelas:xI MIPA 5
    Absen:22

    P1:
    a. oprasional= operasional
    b. (1982:159),= (1982:159)
    c. selain itu para= selain itu,para
    d. para anak-anak=anak -anak

    P2:
    a. mendifinisikan=mendefinisikan
    b. hati-hati,dan= hati-hati
    c. mengenai hal,substansi=mengenai hal substansi
    d.mendifinisikan = mendefinidikan
    e.berpfkir= berfikir
    f.kreatif:= kreatif
    g.diatas=di atas

    P3:
    a.mengefaluasi=mengevaluasi
    b.argument=argumen
    c.imajinasi dan = imajinasi ,dan
    d.imaginasi=imajinasi
    e.isue=isu
    f.bahwa=bahwa,
    g.relefan=relevan
    h.isue= isue
    i.alternatif;=alternatif.
    j.intinya=Intinya
    k.sangat benar-benar=benar-benar

  • Cindy Ruwina Putri
    Cindy Ruwina Putri August 19, 2019 at 12:23 PM

    Nama : Cindy Ruwina Putri
    No : 08
    Kelas : Mipa'5 18

    Paragraf 1.
    Oprasional: operasional
    Berfikir: berpikir
    Pada usia tersebut: pada usia tersebut,
    Selain itu para anak-anak: selain itu anak-anak
    Paragraf 2
    mendifinisikan: mendefinisikan
    toko: tokoh
    berfikir: berpikir
    masak-masak: matang-matang
    berfikir: berpikir
    berfikir: berpikir
    mendifinisikan: mendefinisikan
    berfikir: berpikir
    berfikir: berpikir
    terpaduh: terpadu
    serta bukti-bukti. : serta bukti-bukti dari...
    Paragraf 3.
    mengefaluasi: mengevaluasi
    argument: argumen
    imaginasi: imajinasi
    isue: isu
    relefan: relevan
    skenario-skenario alternatif: skenario alternatif
    alternatif; intinya orang tersebut: alternatif, intinya orang tersebut.

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 12:24 PM

    Nama :Arikha faizatul khoir
    Kelas :Mipa 5'18
    No.absen :03


    Paragraf 1
    Tulisan oprasional itu salah seharusnya operasional

    Paragraf 2
    Kata mendifinisikan seharusnya itu mendefinisikan
    Kata masak-masak seharusnya itu matang matang
    Setelah hati hati tidak perlu tanda koma(,)
    Kata terpaduh seharusnya tidak usah menggunakan hurus h di belakang seharusnya itu terpadu
    Setelah kata kreatif seharusnya itu tanda koma (,) bukan tanda titik dua (:)
    Kata diatas sekharusnya di pisah menjadi di atas

    Paragraf 3
    Mengefaluasi seharusnya mengevaluasi
    Argument seharusnya tidak usah menggunakan huruf t yang benar adalah argumen
    Kata isue seharusnya tidak usah menggunakan huruf e yang benar adalah isu

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 12:27 PM

    Nama : Sayyidatus Selma Alkarami
    No abs/kelas: 28/mipa5-18

    Paragraf 1:
    Oprasional: operasional
    Berfikir: berpikir
    Pada usia tersebut: pada usia tersebut,
    Selain itu para anak-anak: selain itu anak-anak
    Paragraf 2
    mendifinisikan: mendefinisikan
    berfikir: berpikir
    masak-masak: matang-matang
    berfikir: berpikir
    berfikir: berpikir
    mendifinisikan: mendefinisikan
    berfikir: berpikir
    berfikir: berpikir
    terpaduh: terpadu
    serta bukti-bukti. : serta bukti-bukti dari...
    lebih tinggi secara kritis dan kreatif: =lebih tinggi secara kritis dan kreatif,
    Paragraf 3.
    mengefaluasi: mengevaluasi
    argument: argumen
    imaginasi: imajinasi
    isue: isu
    relefan: relevan
    skenario-skenario alternatif: skenario alternatif
    alternatif; intinya orang tersebut: alternatif, intinya orang tersebut.

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 12:31 PM

    Wirdatun Nisa’ Agustina
    MIPA-5 ‘18

    Dalam artikel tersebut, terdapat banyak kesalahan; baik ejaan, maupun pemborosan kata.
    Antara lain :
    Dalam paragraf 1 :
    1. ‘Selain itu para anak-anak’
    Kata ‘para’ sudah mewkaili kalimat perbanyakan, dan jika kata ‘anak - anak’ dipadukan dengan kata ‘para’ maka termasuk pemborosan kata.
    Seharusnya [Selain itu anak-anak]
    2. Oprasional seharusnya [Operasional]
    3. ‘hati-hati, dan’
    Apabila menggunakan konjungsi ‘dan’ maka didepannya tidka perlu tanda baca koma
    Seharusnya [hati hati dan]
    4. ‘Masak-masak’
    Kata ini merupakan sinonim dari kata [matang matang]
    5.’Kemampuan berpikir tersebut sudah dapat dikategorikan’
    Kalimat tersebut tidak perlu menggunakan kata ‘sudah’

    Paragraf 2 :
    1. ‘Menetapkan baik menerima, menolak ataupun menangguhkan’
    Seharusnya [menetapkan, menerima, menolak ataupun menangguhkan]
    2. Toko seharusnya [tokoh]
    3. Intelektual padanya [intelektualnya]
    4. Berpfikir [berpikir]t3
    5. Yag terpaduh [yang terpadu] atau [yang sama]
    6. dimana pemikir [dimana seseorang…

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 12:32 PM

    This comment has been removed by a blog administrator.

  • Citra Cahya Permatasari
    Citra Cahya Permatasari August 19, 2019 at 12:33 PM

    Saya Citra Cahya Permatasari, kelas XI Mipa 5, No. absen 09

    P1 :
    - oprasional => operasional
    - selain itu => selain itu,
    - para anak-anak => anak-anak

    P2 :
    - mendifinisikan => mendefinisikan
    - hati-hati, => hati-hati
    - mengenai hal, => mengenai hal
    - kreatif: => kreatif,
    - diatas => di atas

    P3 :
    - mengefaluasi => mengevaluasi
    - argument => argumen
    - imaginasi => imajinasi
    - isue dengan baik, => isu dengan baik.
    - alternatif; => alternatif
    - intinya => Intinya
    - relefan => relevan

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 12:34 PM

    Pada paragraf 1 kalimat 1 terdapat kesalahan pada kata "berfikir" menjadi berpikir dan "oprasional" menjadi operasional. Pada kalimat 3 terdapat kesalahan penggunaan tanda baca "pada usia tersebut,"komanya dihilangkan.
    Dan pada kalimat 4 terdapat juga kesalahan tanda baca pada "selain itu," dan pemborosan kata dalam kalimat "para anak-anak" yang seharusnya "anak-anak". Di paragraf 2 terdapat kesalahan mendifinisikan seharusnya mendefinisikan kalimat 1, "hati-hati," komanya dihilangkan kalimat 2, "masak-masak" menjadi secara matang kalimat 2, "dalam menetapkan" dihilangkan kalimat 2, "menyatakan bahwa" diberi tanda koma pada akhir kata bahwa kalimat 3, "berfikir" menjadi berpikir kalimat 3, "mengenai hal," koma dihilangkan kalimat 3, "mendifinisikan" menjadi mendefinisikan kalimat 4, "kreatif:" titik dua dihilangkan kalimat 5. Pada paragraf 3 terdap…

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 12:53 PM

    Nama :Elsa Wahyu Lestari
    No.Absen :12 (Dua belas)
    Kelas :MIPA 5'18
    Paragraf 1.
    Oprasional: operasional
    Berfikir: berpikir
    Pada usia tersebut: pada usia tersebut,
    Selain itu para anak-anak: selain itu anak-anak
    Paragraf 2
    mendifinisikan: mendefinisikan
    toko: tokoh
    berfikir: berpikir
    masak-masak: matang-matang
    berfikir: berpikir
    berfikir: berpikir
    mendifinisikan: mendefinisikan
    berfikir: berpikir
    berfikir: berpikir
    terpaduh: terpadu
    serta bukti-bukti. : serta bukti-bukti dari...
    Paragraf 3.
    mengefaluasi: mengevaluasi
    argument: argumen
    imaginasi: imajinasi
    isue: isu
    relefan: relevan
    skenario-skenario alternatif: skenario alternatif
    alternatif; intinya orang tersebut: alternatif, intinya orang tersebut.

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 1:07 PM

    This comment has been removed by a blog administrator.

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 1:12 PM

    Nama : Ziza Nur Aini
    Kelas : MIPA 5'18

    Pada paragraf 1 terdapat beberapa kesalahan seperti : kata oprasional seharusnya menjadi operasional, berfikir seharusnya menjadi berpikir, dan kata para anak-anak seharusnya menjadi para anak atau anak-anak, karena hal tersebut pemborosan kata dan tidak efektif.

    Pada paragraf 2 terdapat beberapa kesalahan juga seperti : kata mendifinisikan seharusnya menjadi mendefinisikan, kata toko seharusnya menjadi tokoh, berfikir seharusnya menjadi berpikir, kata terpaduh seharusnya menjadi terpadu, kata dimana yang seharusnya dipisah menjadi di mana, kata diatasi seharusnya menjadi di atas.

    Pada paragraf 3 terdapat beberapa kesalahan penulisan ejaan dan tanda baca seperti : kata mengefaluasi menjadi mengevaluasi, kata argument menjadi argumen, kata imaginasi seharusnya menjadi imajinasi, kata relefan yang seharusnya menjadi relevan, kata sangat benar-benar yang seharusnya menjadi sangat benar atau benar-benar karena hal tersebut termasuk pemborosan kata d…

  • Fara Feriska
    Fara Feriska August 19, 2019 at 1:15 PM

    Nama = Fara Feriska
    Kelas = MIPA 5-18
    No. Abs = 14

    Pada paragraf pertama terdapat kesalahan pada kata oprasional yang seharusnya menjadi operasional.
    Pada paragraf kedua terdapat kesalahan pada kata mendifinisikan yang seharusnya menjadi mendefinisikan, kata toko seharusnya menjadi tokoh, kata berfikir seharusnya menjadi berpikir, kata terpaduh seharusnya menjadi terpadu, kata dimana seharusnya dipisah menjadi di mana, tanda baca pada kata kreatif(:) seharusnya menjadi kata kreatif(,), kata diatas seharusnya dipisah menjadi di atas.
    Pada paragraf ketiga terdapat kesalahan pada kata mengefaluasi yang seharusnya menjadi mengevaluasi, kata argument seharusnya menjadi argumen, kata imaginasi seharusnya menjadi imajinasi, kata isue seharusnya menjadi isu, kata relefan seharusnya menjadi relevan, tanda baca pada kata alternatif(;) seharusnya menjadi alternatif(,), pada kalimat terakhir "Intinya orang tersebut harus sangat benar-benar kreatif" seharusnya menjadi "Intinya orang ter…

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 1:44 PM

    Seharusnya kata oprasional diganti menjadi operasional

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 1:47 PM

    Berfikir = Berpikir
    Mendifinisikan = Mendefinisikan

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 1:56 PM

    Kata oprasional harus diganti dengan operasional. Kata Masak-Masak harusnya Masa-Masa. Kata sintesa harusnya sintesis. Kata mengefaluasi harusnya mengevaluasi. Argument seharusnya argumen. Imaginasi harusnya imajinasi. Kata kemungkinan dan harusnya cuma satu tidak pakai tanda penghubung(-).

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 2:03 PM

    * Setelah ada kata " setelah itu " tidak ada tanda koma
    * spasinya agak terlalu renggang
    * terdapat tanda baca koma yang peletakannya kurang sesuai
    Nama:Afrilia puspitasari
    No:02
    Kelas:XI IPS 2

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 2:03 PM

    - sebaiknya kata berfikir diganti menjadi berfikir
    - sebaiknya kata opersional di ganti menjadi operasional
    - sebaiknya kata masak masak di ganti menjadi kata matang matang karena lebih mudah di mengerti
    -seharusnya tanda baca : ( titik dua) diganti menjadi kata



    Nama : prasetyo rudi handoko

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 2:04 PM

    -Selain itu (tidak Ada koma)
    -spasi terlalu renggangg
    -tulisan BERPIKIR salah harusnya BERFIKIR
    ->Nama: Zainal Arifin
    ->Kelas:XI ips2
    ->Absen:35

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 2:09 PM

    Nama: Anggun Dwi L
    No: 04
    Kelas:XI ips 2
    Menurut saya, terlalu banyak kalimat yang kurang saat menggunakan tanda baca seperti tanda koma. Selain itu,banyak kslimat yang kelebihan dalam menggunakan tanda baca seperti tanda petik.Dan juga ada banyak kalimat yang menggunakan bahasa tidak baku sehingga pembaca sulit memahami arti dalam cerita tersebut.

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 2:10 PM

    Nama: Nur nabilawati
    Kelas:11 IPS2
    Absen: 26
    1)Oprasional seharusnya operasional
    2)para anak-anak kata para dihilangkan karena sudah mengandung kata banyak
    3)berfikir seharusnya berpikir
    4)sebelum kata dan tidak boleh ada tanda koma karena merupakan konjungsi
    5)kata hati-hati,dan
    Menolak,atau tidak boleh karena merupakan konjungsi
    6) mengefaluasi seharusnya mengevaluasi

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 2:14 PM

    Nama : Lulu Kanti P.
    Kelas : XI IPS 2 '18
    Absen : 18

    Menurut saya, ada beberapa kata yang tidak sesuai dengan KBBI. Antara lain:
    1. oprasional - operasional
    2. berfikir - berpikir
    3. mendifinisikan - mendefinisikan
    4. terpaduh - terpadu
    5. mengefaluasi - mengevaluasi
    6. argument - argumen
    7. kreatifitas - kreativitas
    8. imaginasi - imajinasi
    9. isue - isu
    10. relefan - relevan
    11. sintesa - sintesis
    selain itu, juga terdapat beberapa kalimat yang mengalami pemborosan kata, antara lain:
    1. para anak-anak
    2. supaya dapat
    3. banyak argumen-argumen
    4. sangat benar-benar

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 2:16 PM

    Nama : Cahya Tiara M.P.D
    Kelas: XI-IPS 2
    Absen: 09
    Menurut saya, banyak kalimat yang salah penulisannya seperti berfikir yang seharusnya berfikir, lalu ada jarak sepasi yang terlalu renggang. Menurut saya hanya itu saja

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 2:22 PM

    Menurut saya , beberapa hal yang salah dalam bacaan tersebut dan perlu dibenarkan . Antara lain :

    A.Penulisan kata yang sesuai dengan kata di KBBI , diantaranya :
    1.Berfikir seharusnya berpikir
    2.Imaginasi seharusnya imajinasi
    3.Issue seharusnya isu
    4.Mendifinisikan seharusnya mendefinisikan
    5.Relavan seharusnya relavan
    6.Sintesa dan Sintetik seharusnya sintesis

    B.Penulisan huruf
    Seperti : diatas seharusnya di atas

    C.Kata yang kurang efektif
    1.Kalimat "Berpikir kritis adalah hati-hati, dan mempertimbangkan masak-masak dalam menetapkan baik menerima, menolak, atau menangguhkan penilaian terhadap sebuah pernyataan (Moore dan Parker, 1986:4)" kurang efektif karena sulit dipahami , dapat diganti dengan kalimat " menurut Moore dan Parker (1986:4) menjelaskan bahwa berpikir kritis membutuhkan banyak keterampilan, termasuk keterampilan mendengar dan membaca dengan hati-hati, mencari dan mendapatkan asumsi-asumsi yang tersembunyi, dan menjajaki konsekuensi dari suatu pernyataan."…

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 2:23 PM

    Nama : Moh. Agus Asyikki
    Kelas : 11 IPS’2 18
    No : 19
    Berikut merupakan kata yang menurut saya salah dalam KBBI
    -Kata berfikir itu yang benar adalah berpikir
    -oprasional kata yang benar adalah operasional
    -kata sistematik adalah kata yang salah yang benar adalah sistematis
    -kata mendifinisikan itu adalah kata yang salah yang benar adalah mendefinisikan
    -imaginasi adalah kata yang salah penulisan yang benar adalah imajinasi
    -struktur2 penulisannya harus nya cuma kata struktur saja cukup satukali tidak usah di ulangi lagi
    -penulisan kata terpaduh yang benar adalah terpadu
    -kemungkinan2 yang benar adalah penulisan dengak kata baku yaitu kemungkinan tidak usah di ulang dua kali
    -argument menurut saya yang benar adalah argumen tidak usah di tambah t
    -relevan itu adalah kata yang salah yang benar adalah relavan

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 2:23 PM

    Menurut saya , beberapa hal yang salah dalam bacaan tersebut dan perlu dibenarkan . Antara lain :

    A.Penulisan kata yang sesuai dengan kata di KBBI , diantaranya :
    1.Berfikir seharusnya berpikir
    2.Imaginasi seharusnya imajinasi
    3.Issue seharusnya isu
    4.Mendifinisikan seharusnya mendefinisikan
    5.Relavan seharusnya relavan
    6.Sintesa dan Sintetik seharusnya sintesis

    B.Penulisan huruf
    Seperti : diatas seharusnya di atas

    C.Kata yang kurang efektif
    1.Kalimat "Berpikir kritis adalah hati-hati, dan mempertimbangkan masak-masak dalam menetapkan baik menerima, menolak, atau menangguhkan penilaian terhadap sebuah pernyataan (Moore dan Parker, 1986:4)" kurang efektif karena sulit dipahami , dapat diganti dengan kalimat " menurut Moore dan Parker (1986:4) menjelaskan bahwa berpikir kritis membutuhkan banyak keterampilan, termasuk keterampilan mendengar dan membaca dengan hati-hati, mencari dan mendapatkan asumsi-asumsi yang tersembunyi, dan menjajaki konsekuensi dari suatu pernyataan."…

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 2:26 PM

    Nama : Sulistyani
    Nomer : 32
    Kelas : Ips2'18

    Dari contoh artikel di atas terdapat beberapa kesalahan yaitu pad paragraf pertama terdapat kata Oprasional yang seharusnya penulisannya yaitu operasional.selanjutnya,pada kata para anak-anak seharusnya bila sudah ada kata para kata anak di gunakan hanya satu kata atau hanya menggunakan kata anak-anak saja tanpa kata para. Untuk yang terakhir yaitu pada
    Kata mengefaluasi seharusnya di tulis mengavaluasi.

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 2:28 PM

    Nama : Sulistyani
    Nomer : 32
    Kelas : Ips2'18

    Dari contoh artikel di atas terdapat beberapa kesalahan yaitu pad paragraf pertama terdapat kata Oprasional yang seharusnya penulisannya yaitu operasional.selanjutnya,pada kata para anak-anak seharusnya bila sudah ada kata para kata anak di gunakan hanya satu kata atau hanya menggunakan kata anak-anak saja tanpa kata para. Untuk yang terakhir yaitu pada
    Kata mengefaluasi seharusnya di tulis mengavaluasi.

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 2:32 PM

    Nama: Fitri Dwi Ayu Maharani (13)
    Kelas: XI-IPS2


    Berikut merupakan kata yang penggunaan kapital, tanda baca, ejaan dan keefisienan yang benar menurut KBBI.

    Pada Paragraf 1
    Terdapat ejaan yang salah pada kata:
    Berfikir menjadi berpikir, Oprasional menjadi Operasional, Sistematik menjadi Sistematis, para anak-anak menjadi anak-anak, selain itu mendapat tambahan koma (,) menjadi selain itu,

    Pada Paragraf 2
    Terdapat ejaan yang salah seperti kata:
    Mendifinisikan menjadi Mendefinisikan, hati-hati menjadi berhati-hati, masak-masak menjadi matang, struktur-struktur menjadi struktur, terpaduh menjadi terpadu, sintesa menjadi sintesis, (moore dan paul, 1986:4) menjadi moore dan paul (1986:4), paul (dalam Fisher, 2008:4) menjadi paul dan fisher (2008:4)

    Pada paragraf 3
    Terdapat beberapa kesalahan kata yaitu:
    Mengefaluasi menjadi mengevaluasi, argument menjadi argumen, imaginasi menjadi imajinasi, kemungkinan-kemungkinan menjadi kemungkinan, pertimbangan-pertimbangan menjadi pertimbangan, isue menjadi isu…

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 2:34 PM

    Nama ; setyoningsih agustin
    Kelas;11ips2
    Absen;30
    Paragraf 1 terdapat kesalahan tulisan pada oprasional di tulis operasional
    paragraf 2 terdapat kesalahan tulisan mendifisikab seharusnya mendefinisikan
    Mengefaluasi seharusnya mengevaluasi

  • Ridha
    Ridha August 19, 2019 at 3:30 PM

    Nama: ayu ridha pratiwi
    Kelas: XI ips 2
    No: 07

    Saya akan menganalisis kasalahan dalam teks tersebut :

    Paragraf pertama dalam kata 'oprasional' kata yang benar 'operasional' dan dalam kata 'berfikir' yang benar adalah 'berpikir.

    Paragraf kedua dalam kata 'mendifisikan' kata yang benar 'mendefisikan' kata 'berpfikir' ada kesalahan penulisan yang benar 'berpikir' kalimat '(Moore dan Parker, 1986:4)' yang benar 'Moore dan Parker, (1986:4)' dalam kalimat '(dalam Fisher, 2008:4)' juga salah dalam penulisan yang benar 'dalam Fisher, (2008:4)' kata 'kreatif :' tidak usah menggunakan tanda titik dua jadi yang benar 'kreatif' dan kalimat 'struktur-struktur' yang benar 'struktur'.

    Paragraf ketiga dalam kata 'mengefaluasi' yang benar 'mengevaluasi' kata 'kreatifitas' seharusnya 'kreativitas' kata 'imaginasi' yang benar 'imajinasi' k…

  • Ridha
    Ridha August 19, 2019 at 3:32 PM

    Nama: ayu ridha pratiwi
    Kelas: XI ips 2
    No: 07

    Saya akan menganalisis kasalahan dalam teks tersebut :
    Paragraf pertama dalam kata 'oprasional' kata yang benar 'operasional' dan dalam kata 'berfikir' yang benar adalah 'berpikir.

    Paragraf kedua dalam kata 'mendifisikan' kata yang benar 'mendefisikan' kata 'berpfikir' ada kesalahan penulisan yang benar 'berpikir' kalimat '(Moore dan Parker, 1986:4)' yang benar 'Moore dan Parker, (1986:4)' dalam kalimat '(dalam Fisher, 2008:4)' juga salah dalam penulisan yang benar 'dalam Fisher, (2008:4)' kata 'kreatif :' tidak usah menggunakan tanda titik dua jadi yang benar 'kreatif' dan kalimat 'struktur-struktur' yang benar 'struktur'.

    Paragraf ketiga dalam kata 'mengefaluasi' yang benar 'mengevaluasi' kata 'kreatifitas' seharusnya 'kreativitas' kata 'imaginasi' yang benar 'imajinasi' k…

  • Cantika Pebriani Arifin
    Cantika Pebriani Arifin August 19, 2019 at 5:31 PM

    Nama : Cantika Pebriani Arifin
    Kelas : XI MIPA 5


    Pada paragraf 1, terdapat banyak ejaan kata yang salah yaitu berfikir seharusnya berpikir, oprasional seharusnya operasional. Lalu ada tanda baca yang kurang pada kalimat selain itu ditambah dengan tanda baca koma.


    Pada paragraf 2, terdapat banyak ejaan kata yang salah yaitu berfikir seharusnya berpikir, toko seharusnya tokoh, mendifinisikan seharusnya mendefinisikan, diatas seharusnya di atas. Lalu ada tanda baca yang kurang tepat yaitu pada kata kreatif: seharusnya titik dua hilang diganti menjadi dalam. Lalu ada kalimat yang kurang tepat yaitu pada kalimat Berpikir kritis adalah hati-hati, dan mempertimbangkan masak-masak dalam menetapkan baik menerima, menolak, atau menangguhkan penilaian terhadap sebuah pernyataan seharusnya berpikir kritis adalah mempertimbangkan secara matang dalam menerima, menolak atau menangguhkan.......


    Pada paragraf 3, terdapat banyak ejaan kata yang salah yaitu mengefaluasi seharusnya mengevaluasi, …

  • Cantika Pebriani Arifin
    Cantika Pebriani Arifin August 19, 2019 at 5:33 PM

    Nama : Cantika Pebriani Arifin
    Kelas : XI MIPA 5


    Pada paragraf 1, terdapat banyak ejaan kata yang salah yaitu berfikir seharusnya berpikir, oprasional seharusnya operasional. Lalu ada tanda baca yang kurang pada kalimat selain itu ditambah dengan tanda baca koma.


    Pada paragraf 2, terdapat banyak ejaan kata yang salah yaitu berfikir seharusnya berpikir, toko seharusnya tokoh, mendifinisikan seharusnya mendefinisikan, diatas seharusnya di atas. Lalu ada tanda baca yang kurang tepat yaitu pada kata kreatif: seharusnya titik dua hilang diganti menjadi dalam. Lalu ada kalimat yang kurang tepat yaitu pada kalimat Berpikir kritis adalah hati-hati, dan mempertimbangkan masak-masak dalam menetapkan baik menerima, menolak, atau menangguhkan penilaian terhadap sebuah pernyataan seharusnya berpikir kritis adalah mempertimbangkan secara matang dalam menerima, menolak atau menangguhkan.......


    Pada paragraf 3, terdapat banyak ejaan kata yang salah yaitu mengefaluasi seharusnya mengevaluasi,…

  • Cantika Pebriani Arifin
    Cantika Pebriani Arifin August 19, 2019 at 5:40 PM

    Nama : Cantika Pebriani Arifin
    Kelas : XI MIPA 5


    Pada paragraf 1, terdapat banyak ejaan kata yang salah yaitu berfikir seharusnya berpikir, oprasional seharusnya operasional. Lalu ada tanda baca yang kurang pada kalimat selain itu ditambah dengan tanda baca koma.


    Pada paragraf 2, terdapat banyak ejaan kata yang salah yaitu berfikir seharusnya berpikir, toko seharusnya tokoh, mendifinisikan seharusnya mendefinisikan, diatas seharusnya di atas. Lalu ada tanda baca yang kurang tepat yaitu pada kata kreatif: seharusnya titik dua hilang diganti menjadi dalam. Lalu ada kalimat yang kurang tepat yaitu pada kalimat Berpikir kritis adalah hati-hati, dan mempertimbangkan masak-masak dalam menetapkan baik menerima, menolak, atau menangguhkan penilaian terhadap sebuah pernyataan seharusnya berpikir kritis adalah mempertimbangkan secara matang dalam menerima, menolak atau menangguhkan.......


    Pada paragraf 3, terdapat banyak ejaan kata yang salah yaitu mengefaluasi seharusnya mengevaluasi, …

  • Cantika Pebriani Arifin
    Cantika Pebriani Arifin August 19, 2019 at 5:41 PM

    Nama : Cantika Pebriani Arifin
    Kelas : XI MIPA 5


    Pada paragraf 1, terdapat banyak ejaan kata yang salah yaitu berfikir seharusnya berpikir, oprasional seharusnya operasional. Lalu ada tanda baca yang kurang pada kalimat selain itu ditambah dengan tanda baca koma.


    Pada paragraf 2, terdapat banyak ejaan kata yang salah yaitu berfikir seharusnya berpikir, toko seharusnya tokoh, mendifinisikan seharusnya mendefinisikan, diatas seharusnya di atas. Lalu ada tanda baca yang kurang tepat yaitu pada kata kreatif: seharusnya titik dua hilang diganti menjadi dalam. Lalu ada kalimat yang kurang tepat yaitu pada kalimat Berpikir kritis adalah hati-hati, dan mempertimbangkan masak-masak dalam menetapkan baik menerima, menolak, atau menangguhkan penilaian terhadap sebuah pernyataan seharusnya berpikir kritis adalah mempertimbangkan secara matang dalam menerima, menolak atau menangguhkan.......


    Pada paragraf 3, terdapat banyak ejaan kata yang salah yaitu mengefaluasi seharusnya mengevaluasi, …

  • Cantika Pebriani Arifin
    Cantika Pebriani Arifin August 19, 2019 at 5:50 PM

    Nama : Cantika Pebriani Arifin
    Kelas : XI MIPA 5


    Pada paragraf 1, terdapat banyak ejaan kata yang salah yaitu berfikir seharusnya berpikir, oprasional seharusnya operasional. Lalu ada tanda baca yang kurang pada kalimat selain itu ditambah dengan tanda baca koma.


    Pada paragraf 2, terdapat banyak ejaan kata yang salah yaitu berfikir seharusnya berpikir, toko seharusnya tokoh, mendifinisikan seharusnya mendefinisikan, diatas seharusnya di atas. Lalu ada tanda baca yang kurang tepat yaitu pada kata kreatif: seharusnya titik dua hilang diganti menjadi dalam. Lalu ada kalimat yang kurang tepat yaitu pada kalimat Berpikir kritis adalah hati-hati, dan mempertimbangkan masak-masak dalam menetapkan baik menerima, menolak, atau menangguhkan penilaian terhadap sebuah pernyataan seharusnya berpikir kritis adalah mempertimbangkan secara matang dalam menerima, menolak atau menangguhkan.......


    Pada paragraf 3, terdapat banyak ejaan kata yang salah yaitu mengefaluasi seharusnya mengevaluasi,…

  • charlaaprilly
    charlaaprilly August 19, 2019 at 6:27 PM

    NAMA : CHARLA VILIA APRILLY
    KELAS : XI MIIPA 5 2018
    NO ABSEN : 07

     Pada paragraf 1
    Terdapat kesalahan kata “berfikir” berubah menjadi “berpikir”
    Kata “oprasional” seharusnya menjadi “operasional”
    Pemborosan kata “para anak-anak” seharusnya memakai salah satunya antara “anak-anak” atau “para anak”
     Pada paragraf 2
    Terdapat kesalahan kata “mendifinisikan” seharusnya menjadi “mendefinisikan”
    Kata “berfikir” seharusnya menjadi “berpikir”
    Kata “hati hati,” seharusnya dihilangkan komanya
    Kata “masak-masak” seharusnya diganti menjadi secara matang
    Kata “toko” menjadi “tokoh”
    Kata “mengenai hal,” dihilangkan komanya “mengenai hal”
    Kata “menyatakan bahwa” setelah akhir kata bahwa seharusnya diberi tanda koma “menyatakan bahwa,’
    Kata “terpaduh” menjadi “terpadu”
    Kata “kreatif:” seharusnya tanda titik dua dihilangkan
    Kata “dimana” seharusnya menjadi “di mana”
     Pada paragraf 3
    Kata “mengefaluasi” berubah menjadi “mengevaluasi”
    Kata “kreatifitas” berubah menjadi “kreativitas’
    Kata “imaginasi’ berubah menjadi “i…

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 7:09 PM

    Nama : Vebriana Savitri
    Kelas : mipa 5'18
    No absen : 32

    Pada paragraf pertama di kalimat pertama terdapat ejaan kata yang salah yaitu berfikir seharusnya berpikir. Pada kalimat pertama dan kedua juga terdapat ejaan kata yang salah yaitu oprasional seharusnya operasional. Dan pada kalimat keempat ada penggunaan tanda baca yang salah yaitu Selain itu seharusnya Selain itu,
    Pada paragraf kedua di kalimat pertama terdapat ejaan kata yang salah yaitu mendifinisikan dan berfikir seharusnya mendefinisikan dan berpikir. Pada kalimat kedua terdapat pernyataan yang tidak efektif yaitu "Berpikir kritis adalah hati-hati, dan mempertimbangkan masak-masak dalam menetapkan baik menerima, menolak, atau menangguhkan penilaian terhadap sebuah pernyataan (Moore dan Parker, 1986:4)." seharusnya " Berpikir kritis adalah mempertimbangkan secara matang dalam menerima, menolak, atau menangguhkan penilaian terhadap sebuah pernyataan (Moore dan Parker, 1986:4)." Pada kalimat ketiga terd…

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 8:32 PM

    Nama : Edelweiss Harnum Satriani
    Kelas : XI MIPA 5
    Absen : 11


    Evaluasi dan analisis kesalahan pada bacaan diatas;

    Tulisan kata oprasional seharusnya operasional, kalimat "selain itu, para anak-anak..." juga kurang tepat, karena lebih mubazir seharusnya diganti "selain itu, anak-anak..."
    pada paragraf 2, koma pada kalimat "berfikir kritis adalah hati-hati, dan..." seharusnya dihilangkan.Pada kalimat "... dalam menetapkan..." seharusnya diberi koma. kata berfikir, seharusnya berpikir, terpaduh seharusnya terpadu, setelah kata "bahwa" alangkah lebih baiknya diberi tanda titik koma (;).
    Pada paragraf 3 mengefaluasi seharusnya mengevaluasi, argument apabila diniatkan menulis kata Inggris seharusnya diberi efek miring, juga imaginasi seharusnya imajinasi. isue seharusnya menjadi isu juga kata mubadzir "sangat" pada kalimat "...harus sangat benar-benar kreatif." dihilangkan. pada contoh teks diatas juga banyak …

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 9:06 PM

    Nama : Nurul Sasmita Putri
    Kelas : MIPA 5'18
    EVALUASI KATA PADA CERPEN.
    *Kata berpikir ~ berfikir
    * Kata oprasional ~ operasional
    * Kata mendifinisikan ~ mendefinisikan
    * Kata masak-masak ~ masa-masa
    *Kata toko ~ tokoh
    *Terdapat pemborosan kata yaitu"para anak-anak" seharusnya cukup dengan kata "anak-anak" saja.
    *Tanda koma(,) sebelum kalimat "pada substansi..." seharusnya dihilangkan
    *Kata terpaduh ~ terpadu
    *Kata mengefaluasi ~ mengevaluasi
    *Kata argument seharusnya tidak usah paten "h" yaitu terpadu
    *imaginasi ~ imajinasi
    *kata isue ~ isu
    *Kata relefan ~ relevan
    *Tanda (;) pada akhir pargraf ke-3 seharusnya diganti dengan tanda koma (,)

  • Unknown
    Unknown August 19, 2019 at 9:29 PM

    Adelia Ayu Anggraini XI IPS 2/01

    Menurut saya, teks diatas masih salah dalam penulisan, keefektifan bahasa dan penggunaan tanda baca.
    Berikut saya akan membenarkan teks diatas.
    *1. Dalam penulisan*
    Berfikir - berpikir,karena menurut KBBI penggunaan huruf yang benar yaitu menggunakan huruf "p"
    Mengefaluasi - mengevaluasi,karena menurut KBBI penggunaan huruf yang benar yaitu "v"
    Mendifinisikan - mendefinisikan,karena menurut KBBI penggunaan huruf yang benar yaitu "e"
    Argument - argumen,penggunaan huruf "t" diakhir kata salah karena penggunaan huruf "t" itu seperti menggunakan bahasa Inggris dan pada KBBI pula tidak menggunakan huruf "t"
    Oprasional - operasional, penggunaan kata "opra" tidak sesuai dengan KBBI, penggunaan hanya yang benar yaitu "opera"
    Isue - isu, penambahan huruf "e" pada akhir kalimat bukan sesuai dengan KBBI,karena penambahan huruf "e" mirip dengan gaya bahasa Inggris sehingg…

  • Unknown
    Unknown August 20, 2019 at 7:41 AM

    Nama : Nur Imama Novianti
    Absensi : 26
    Kelas : IPS 2'18

    1. Penulisan "taraf berfikir oprasional" seharusnya diganti "taraf berpikir operasional" karena kata "berfikir" terpengaruh oleh bahasa melayu, yang mana penulisan tersebut digunakan oleh Malaysia. Sedangkan oleh tata bahasa Indonesia telah disempurnakan dengan penulisan "berpikir". Sedangkan untuk "oprasional" merupakan kata yang salah, karena dalam KBBI yang benar adalah "operasional".
    2. Penulisan Gunarsa (1982:159) seharusnya (Gunarsa, 1982:159), begitu pula dengan penulisan Nurhadi dan Senduk (2009:16) yang seharusnya (Nurhadi dan Senduk, 2009:16), serta Fisher (2008:13) seharusnya (Fisher, 2008:13).
    3. Penulisan Paul (dalam Fisher, 2008:4) dapat diganti dengan (Paul dalam Fisher, 2008:4) karena tidak mungkin jika nama seseorang di tempatkan di luar tanda kurung dalam penggunaan penulisan tersebut.
    4. Kata "para anak-anak" terlalu berlebihan, seharusnya anak…

  • Unknown
    Unknown August 22, 2019 at 9:20 AM

    Nama : Putri Cahyaningrum
    Kelas: Mipa 4'18
    No : 27

    Kata atau Ejaan yang salah :
    1. Berfikir > Berpikir ;
    2. Oprasional > Operasional ;
    3. Para anak - anak > Para anak ;
    4. Mendifinisikan > Mendefinisikan ;
    5. Terpaduh > Terpadu ;
    6. Resiko > Risiko ;
    7. Mengefaluasi > Mengevaluasi ;
    8. Imaginasi > Imajinasi ;
    9. Isue > Isu ; dan
    10. Relefan > Relevan .

  • Saaaptr
    Saaaptr August 22, 2019 at 9:20 AM

    Nama : Diva Ayu fitri Vannesa Putri Vanjana
    Kelas : MIPA 4 '18
    No. Absen : 11

    Kata atau ejaan yang salah :
    1. Berfikir = berpikir ;
    2. Oprasional = operasional ;
    3. Para anak-anak = para anak / anak-anak ;
    4. Mendifinisikan = mendefinisikan ;
    5. Terpaduh = Terpadu ;
    6. Resiko = risiko ;
    7. Mengefaluasi = mengevaluasi ;
    8. Imaginasi = imajinasi ;
    9. Isue = isu ; dan
    10. Relefan = relevan.

  • Unknown
    Unknown August 22, 2019 at 9:45 AM

    Nana :Sri setiyowati
    Kelas :MIPA 4'18
    No.Abs. :34
    Dari teks bacaan tersebut,terdapat kata yang kurang baku seperti:
    •relefan = relevan
    •oprasional = operasional
    •sistematik = sistematis
    •bervikir = berpikir
    •mendifisikan = mendefinisikan
    •toko = tokoh
    •terpaduh = terpadu
    •berpfkir = berpikir
    •sistesa = sintesis
    •Resiko = risiko
    •mengevaluasi = mengevaluasi
    •argument = argumen
    •kreatifitas = kreativitas
    •imaginasi = imajinasi
    •isue = isu

  • Flora Anindy
    Flora Anindy August 22, 2019 at 9:46 AM

    Berfikir -> Berpikir
    Oprasional -> Operasional
    menjelaskan bahwa masa oprasional formal adalah usia 11 tahun sampai dewasa.-> Bahwa masa operasional formal dimulai dari usia 11 tahun hingga dewasa.
    Selain itu para anak anak -> selain itu anak anak
    Sistematik -> sistematis
    Mendifinisikan -> mendefinisikan
    Toko -> tokoh
    Terpaduh -> terpadu
    Mengefaluasi -> mengevaluasi
    Resiko -> Risiko
    Argument -> argumen
    Imaginasi -> imajinasi
    Kreatifitas -> kreativitas
    Isue -> isu

    Flora Anindy R. Absen 15 kelas 11 mipa 4

  • M.Davidbachtiar.blogspot.com
    M.Davidbachtiar.blogspot.com August 22, 2019 at 9:46 AM

    Nama: Muhammad David ikhsan bachtiar.
    Kelas: Xi MIPA 4
    No absen: 22
    Mengevaluasi teks kebahasaan
    1. Relefan = Relevan
    2. Oprasional = Operasional
    3. Sistematik = Sistematis
    4. Bervikir = Berpikir
    5. Mendifinisikan = Mendefinisikan
    6. Toko = Tokoh
    7. Terpaduh = Terpadu
    8. Berpfkir = Berpikir
    9. Sintesa = Sintesis
    10. Resiko = Risiko
    11. Mengefaluasi = Mengevaluasi
    12. Argument = Argumen
    13. Kreatifitas = Kreativitas
    14. Imaginasi = Imajinasi
    15. Isue = Isu

  • Satria Yudha
    Satria Yudha August 22, 2019 at 9:47 AM

    Nama : Satria Yudha Jalasena
    Kelas : XI Mipa 4'18
    Absen : 30

    Mengevaluasi teks kebahasaan
    1. Relefan = Relevan
    2. Oprasional = Operasional
    3. Sistematik = Sistematis
    4. Bervikir = Berpikir
    5. Mendifinisikan = Mendefinisikan
    6. Toko = Tokoh
    7. Terpaduh = Terpadu
    8. Berpfkir = Berpikir
    9. Sintesa = Sintesis
    10. Resiko = Risiko
    11. Mengefaluasi = Mengevaluasi
    12. Argument = Argumen
    13. Kreatifitas = Kreativitas
    14. Imaginasi = Imajinasi
    15. Isue = Isu

  • Anastasya putri rahayu
    Anastasya putri rahayu August 22, 2019 at 9:49 AM

    Nama : anastasya putri rahayu
    Kelas : XI MIPA4'18
    No Absen : 01
    Oprasional = operasional
    Berfikir = berpikir
    Mendifinisikan = mendefinisikan
    Terpaduh = terpadu
    Resiko = risiko
    Mengefaluasi = mengevaluasi
    Argument = argumen
    Isue = isu
    Relefan = relevan
    Banyak argumen-argumen = banyak argumen
    Intinya orang tersebut harus sangat benar-benar kreatif = intinya orang tersebut harus benar-benar kreatif
    Dan mempertimbangkan secara masak masak = dan mempertimbangkan secara matang
    Kreatifitas = kreativitas
    Selain itu para anak-anak juga... = selain itu, anak-anak juga...
    Pada usia tersebut seorang anak mengembangkan... = pada usia tersebut, seorang anak mengembangkan...
    Imaginasi = imajinasi
    Mengenai hal, substansi atau... = mengenai hal, substansi, atau...
    Akan mencari kemungkinan-kemungkinan lain... = akan mencari kemungkinan lain.

  • Soviyah Tri Meylianah
    Soviyah Tri Meylianah August 22, 2019 at 9:49 AM

    Secara kognitif siswa SMA berada pada taraf berpikir operasional formal.
    Selain itu, anak-anak juga dapat berpikir secara sistematik untuk memecahkan suatu persoalan.
    Beberapa ahli telah mendefinisikan berpikir kritis dengan sangat jelas dan tegas. Berpikir kritis adalah hati-hati dan mempertimbangkan matang-matang dalam menetapkan baik menerima, menolak, atau menangguhkan penilaian terhadap sebuah pernyataan (Moore dan Parker, 1986:4).
    Paul (dalam Fisher, 2008:4) menyatakan bahwa berpikir kritis adalah model berpikir­­ mengenai hal, substansi, atau apa saja dimana pemikir meningkatkan kualitas pemikirannya dengan menangani secara terampil struktur-struktur yang melekat dalam pemikiran dan menerapkan standar intelektual padanya.
    Selanjutnya, Nurhadi dan Senduk tidak mendefinisikan berpikir kritis dan berpikir kreatif sebagai sesuatu yang terpadu.
    untuk menyelesaikan sebuah permasalahan tanpa risiko.
    Dalam mengevaluasi sebuah argumen atau gagasan, imajinasi, dan kreatifitas sangat berperan…

  • Satria Yudha
    Satria Yudha August 22, 2019 at 9:50 AM

    Nama : Satria Yudha Jalasena
    No Absen : 30
    Kelas : XI Mipa 4'18

    Mengevaluasi teks kebahasaan
    1. Relefan = Relevan
    2. Oprasional = Operasional
    3. Sistematik = Sistematis
    4. Bervikir = Berpikir
    5. Mendifinisikan = Mendefinisikan
    6. Toko = Tokoh
    7. Terpaduh = Terpadu
    8. Berpfkir = Berpikir
    9. Sintesa = Sintesis
    10. Resiko = Risiko
    11. Mengefaluasi = Mengevaluasi
    12. Argument = Argumen
    13. Kreatifitas = Kreativitas
    14. Imaginasi = Imajinasi
    15. Isue = Isu

  • Dita Febrianti
    Dita Febrianti August 22, 2019 at 9:50 AM

    Berfikir=> Berpikir(Paragraf ke-2)
    Toko => Tokoh(Paragraf ke-2)
    Mengefaluasi=> Mengevaluasi(Paragraf ke-3)
    Argument=> Argumen(Paragraf ke-3)
    Imaginasi=> Imajinasi(Paragraf ke-3)
    Isue=> Isu(Paragraf ke-3)
    Relefan=> Relevan(Paragraf ke-3)

  • Ega Bayu
    Ega Bayu August 22, 2019 at 9:50 AM

    Nama: Ega Bayu Adrian
    Kelas: XI MIPA 4
    Absen: 12
    Mengevaluasi teks kebahasaan
    1. Relefan = Relevan
    2. Oprasional = Operasional
    3. Sistematik = Sistematis
    4. Bervikir = Berpikir
    5. Mendifinisikan = Mendefinisikan
    6. Toko = Tokoh
    7. Terpaduh = Terpadu
    8. Berpfkir = Berpikir
    9. Sintesa = Sintesis
    10. Resiko = Risiko
    11. Mengefaluasi = Mengevaluasi
    12. Argument = Argumen
    13. Kreatifitas = Kreativitas
    14. Imaginasi = Imajinasi
    15. Isue = Isu

  • Nur Haliza
    Nur Haliza August 22, 2019 at 9:52 AM

    Nama: Nur Haliza
    Kelas: MIPA 4'18
    No. Absen: 24

    Secara kognitif, siswa SMA berada pada taraf berpikir operasional formal. Gunarsa (1982: 159), menjelaskan bahwa masa operasional formal adalah usia 11 tahun sampai dewasa. Pada usia tersebut, seorang anak mengembangkan kemampuan kognitif untuk berpikir abstrak dan hipotesis. Selain itu, anak-anak juga dapat berpikir secara sistematik untuk memecahkan suatu persoalan. Kemampuan berpikir tersebut sudah dapat dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi atau berpikir kritis.


    Beberapa ahli telah mendifinisikan berfikir kritis dengan sangat jelas, dan tegas. Berpikir kritis adalah hati-hati, dan mempertimbangkan masak-masak dalam menetapkan baik menerima, menolak, atau menangguhkan penilaian terhadap sebuah pernyataan (Moore dan Parker, 1986: 4). Berbeda dengan kedua toko tersebut, Paul (dalam Fisher, 2008: 4) menyatakan bahwa berpikir kritis adalah model berpikir­­ mengenai hal, substansi atau apa saja dimana pemikir meningkatka…

  • Satria Yudha
    Satria Yudha August 22, 2019 at 9:52 AM

    Nama : Satria Yudha Jalasena
    Kelas : Mipa-4'18
    No. Absen : 30

    Mengevaluasi teks kebahasaan
    1. Relefan = Relevan
    2. Oprasional = Operasional
    3. Sistematik = Sistematis
    4. Bervikir = Berpikir
    5. Mendifinisikan = Mendefinisikan
    6. Toko = Tokoh
    7. Terpaduh = Terpadu
    8. Berpfkir = Berpikir
    9. Sintesa = Sintesis
    10. Resiko = Risiko
    11. Mengefaluasi = Mengevaluasi
    12. Argument = Argumen
    13. Kreatifitas = Kreativitas
    14. Imaginasi = Imajinasi
    15. Isue = Isu

  • Anonymous
    Anonymous August 22, 2019 at 9:52 AM

    Nama: Galuh Hayu Lestari
    Kelas : Mipa 4 2018
    Absen : 16

    A. EJAAN / KONTEKS
    1. Mendifinisikan = Mendefinisikan
    2. Berfikir = Berpikir
    3. Resiko = Risiko
    4. Mengefaluasi = Mengevaluasi
    5. Argument = Argumen
    6. Imaginasi = Imajinasi
    7. Terpaduh = Terpadu
    8. Relefan = Relevan
    9. Isue = Issue
    10. Oprasional = Operasional
    11. Sistematik = Sistematis
    12. Kreatifitas = Kreativitas.

    B. TANDA BACA
    1. Gunarsa (1982:159), menjelaskan (...).
    = Gunarsa (1982:159) menjelaskan (...).
    2. Alternatif; intinya (...).
    = Alternatif. Intinya (...).
    3. Menolak, atau menangguhkan (...).
    = Menolak atau menangguhkan (...).
    4. Kreatif: dapat menganalisis (...).
    = Kreatif, dapat menganalisis (...).
    5. Model berfikir­­ mengenai hal, substansi atau apa saja dimana pemikir (...).
    = Model berfikir­­ mengenai hal substansi atau apa saja dimana pemikir (...).

  • Viviaisalwa@blog.com
    Viviaisalwa@blog.com August 22, 2019 at 9:53 AM

    Nama : VIVI AISALWA ZUHRAH (36)
    - Operasional : operasional
    - para anak - anak : anak - anak
    - berfikir : berpikir
    - mengenai hal, substansi apa saja: mengenai hal substansi apa saja, dimana
    - berpfkir : berpikir
    - terpaduh : terpadu
    - masak - masak : matang - matang
    - mengefaluasi : mengevaluasi
    - argument : argumen / argumentasi
    - isue : isu
    - banyak argumen - argumen : banyak argumen / argumen - argumen
    - relefan : relevan
    - sangat benar - benar : benar - benar
    - toko : tokoh
    - dan kreatif : dapat menganalisis -> dan kreatif seperti dapat menganalisis
    - membayangkan skenario - skenario : membayangkan skenario alternatif

  • Ardaspis03
    Ardaspis03 August 22, 2019 at 9:56 AM

    NAMA : ARDALENA SRI PUTRI I.S
    KELAS: IX MIPA 4
    NO : 03


    Secara kognitif siswa SMA berada pada taraf berfikir _operasional_ formal. Gunarsa (1982:159) menjelaskan bahwa masa _operasional_ formal adalah usia 11 tahun sampai dewasa. Pada usia tersebut seorang anak mengembangkan kemampuan kognitif untuk berpikir abstrak dan hipotesis. Selain itu, para anak-anak juga dapat berpikir secara sistematik untuk memecahkan suatu persoalan. Kemampuan berpikir tersebut sudah dapat dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi atau berpikir kritis.


    Beberapa ahli telah _mendefinisikan_ _berpikir_ kritis dengan sangat jelas dan tegas. Berpikir kritis adalah hati-hati dan mempertimbangkan masak-masak dalam menetapkan baik menerima, menolak atau menangguhkan penilaian terhadap sebuah pernyataan Moore dan Parker (1986:4). Berbeda dengan kedua toko tersebut, Paul _dan_ Fisher (2008:4) menyatakan bahwa _berpikir_ kritis adalah model _berpikir­­_ mengenai hal substansi atau apa saja dimana pemikir me…

  • Marshel
    Marshel August 22, 2019 at 9:56 AM

    Nama : Marshella Luthfiana
    Kelas : Mipa-4'18
    No. Absen : 20

    Mengevaluasi Teks Kebahasaan
    1. Relefan = Relevan
    2. Oprasional = Operasional
    3. Sistematik = Sistematis
    4. Bervikir = Berpikir
    5. Mendifinisikan = Mendefinisikan
    6. Toko = Tokoh
    7. Terpaduh = Terpadu
    8. Berpfkir = Berpikir
    9. Sintesa = Sintesis
    10. Resiko = Risiko
    11. Mengefaluasi = Mengevaluasi
    12. Argument = Argumen
    13. Kreatifitas = Kreativitas
    14. Imaginasi = Imajinasi
    15. Isue = Isu

  • Nabilatya14
    Nabilatya14 August 22, 2019 at 9:57 AM

    Oprasional formal: operasional formal
    Mendifinisikan:mendefinisikan
    Berfikir : berpikir
    Secara kognitif siswa SMA : secara kognitif,siswa SMA
    Selain itu para anak anak: selain itu,para anak
    Sintesa : sintesis
    Resiko :risiko
    Mengefaluasi : mengevaluasi
    Relefan : relevan
    Harus sangat benar benar : harus benar benar
    Imaginasi : imajinasi
    Didasari banyak argumen argumen : didasari banyak argumen
    Dari pemikiran tentang pertimbangan pertimbangan: dari pemikiran tentang pertimbangan
    Titik pandang :sudut pandang
    Argument : argumentasi
    Mempertimbangkan masak masak : mempertimbangkan matang matang
    Berfikir kritis dan berfikir kreatif : berpikir kritis dan kreatif
    Membayangkan skenario-skenario alternatif: membayangkan skenario alternatif
    Kedua toko : kedua tokoh
    Paul(dalam fisher,200:4) : (paul dalam fisher.200:4)

  • Caca
    Caca August 22, 2019 at 9:58 AM

    Nama:candra surya perwita sari
    Kelas: mipa4'18
    No absen:05
    1) berfikir=berpikir
    2) mendifinisikan=mendefinisikan
    3) oprasional=operasional
    4) terpaduh=terpadu
    5) toko=tokoh
    6) mengefaluasi=mengevaluasi
    7) Imaginasi=imajinasi
    8) Pada usia tersebut seorang anak mengembangkan kemampuan kognitif untuk berpikir abstrak dan hipotesis.=Pada usia tersebut, seorang anak mengembangkan kemampuan kognitif untuk berpikir abstrak dan hipotesis.
    9)Selain itu para anak-anak juga dapat berpikir secara sistematik untuk memecahkan suatu persoalan.=Selain itu, para anak-anak juga dapat berpikir secara sistematik untuk memecahkan suatu persoalan.
    10)berpfkir=berpikir
    11)berarti siswa dapat menggunakan tingkat berpikir yang lebih tinggi secara kritis dan kreatif: dapat menganalisis, membuat sintesa,=berarti siswa dapat menggunakan tingkat berpikir yang lebih tinggi secara kritis dan kreatif, dapat menganalisis, membuat sintesa,
    12)dan membayangkan skenario-skenario alternatif; intinya orang tersebut harus sangat …

  • Putri amalia k.d
    Putri amalia k.d August 22, 2019 at 9:59 AM

    Gunarsa (1982:159),-> Gunarsa 1982:159)
    Hati-hati, dan ->Hati-hati dan
    Kreatifitas: ->kreativitas,
    Kreatifitas->kreativitas
    Berfikir -> berpikir
    Oprasional -> operasional
    Para anak-anak-> anak-anak
    Mendifinisikan-> mendefinisikan
    Resiko -> risiko
    Kreatif -> kreativ
    Terpaduh -> terpadu
    Argument -> argumen
    Mengefaluasi -> mengevaluasi
    Imaginasi -> imajinasi
    Isue -> isu

    Putri Amalia K.D (26)

  • Fatimatuz Jahroh
    Fatimatuz Jahroh August 22, 2019 at 10:03 AM

    Nama:Fatimatuz Jahroh
    Kelas:Mipa 4'18
    Nomor absen:13

    Secara kognitif siswa SMA berada pada taraf berfikir _operasional_ formal. Gunarsa (1982:159) menjelaskan bahwa masa _operasional_ formal adalah usia 11 tahun sampai dewasa. Pada usia tersebut seorang anak mengembangkan kemampuan kognitif untuk berpikir abstrak dan hipotesis. Selain itu, para anak-anak juga dapat berpikir secara sistematik untuk memecahkan suatu persoalan. Kemampuan berpikir tersebut sudah dapat dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi atau berpikir kritis.


    Beberapa ahli telah _mendefinisikan_ _berpikir_ kritis dengan sangat jelas dan tegas. Berpikir kritis adalah hati-hati dan mempertimbangkan masak-masak dalam menetapkan baik menerima, menolak atau menangguhkan penilaian terhadap sebuah pernyataan Moore dan Parker (1986:4). Berbeda dengan kedua toko tersebut, Paul _dan_ Fisher (2008:4) menyatakan bahwa _berpikir_ kritis adalah model _berpikir­­_ mengenai hal substansi atau apa saja dimana pemikir me…

  • Khurin Aini
    Khurin Aini August 22, 2019 at 10:04 AM

    Nama : Khurin Aini
    Kelas : MIPA4'18
    No. Absen : 18
    #Tanda baca :
    1. Setelah kata kognitif seharusnya terdapat tanda baca koma
    2. Setelah kata selain itu seharusnya terdapat tanda baca koma
    3. Setelah kata hati-hati seharusnya tidak ada tanda baca koma
    4. Setelah kata kritis dan kreatif seharusnya terdapat tanda baca koma
    5. Setelah kata pengertian diatas seharusnya tidak ada tanda baca koma
    6. Setelah kata mengumpulkan informasi seharusnya terdapat tanda koma
    7. Setelah kata perpaduan dalam seharusnya tidak ada tanda baca titik, sehingga kata Dalam berubah menjadi dalam (huruf depan kecil).
    8. Setelah kata imajinasi seharusnya terdapat tanda baca koma
    9. Setelah kata alternatif tidak menggunakan tanda (;) melainkan tanda titik, sehingga kata intinya berubah menjadi Intinya.
    #Ejaan :
    1. Oprasional -> operasional
    2. Berfikir -> berpikir
    3. Mendifinisikan -> mendefinisikan
    4. Resiko -> risiko
    5. Mengefaluasi -> mengevaluasi
    6. Argument -> argumen
    7. Isue -> isu
    8. Relefan -> rele…

  • Unknown
    Unknown August 22, 2019 at 10:04 AM

    Nama : Putri Cahayaningrum
    Kelas : MIPA 4 ' 18
    No : 27

    Pembetulan :
    Secara kognitif, siswa SMA berada pada taraf berpikir operasional formal. Gunarsa, (1982 : 159), menjelaskan bahwa masa operasional formal adalah usia 11 tahun sampai dewasa. Pada usia tersebut, seorang anak mengembangkan kemampuan kognitif untuk berpikir abstrak dan hipotesis. Selain itu, anak-anak juga dapat berpikir secara sistematik untuk memecahkan suatu persoalan. Kemampuan berpikir tersebut sudah dapat dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi atau berpikir kritis.


    Beberapa ahli telah mendefiinisikan berpikir kritis dengan sangat jelas dan tegas. Berpikir kritis adalah hati-hati dan mempertimbangkan masak-masak dalam menetapkan baik menerima, menolak, atau menangguhkan penilaian terhadap sebuah pernyataan.
    (Moore dan Parker, 1986 : 4). Berbeda dengan kedua toko tersebut, Paul(dalam Fisher, 2008 : 4) menyatakan bahwa berpikir kritis adalah model berpikir­­ mengenai hal, substansi atau ap…

  • Krisna
    Krisna August 22, 2019 at 10:04 AM

    Nama : Krisna Wirayuda Anugrah Esa
    Kelas : Mipa-4'18
    No. Absen : 19

    Mengevaluasi teks kebahasaan
    1. Relefan = Relevan
    2. Oprasional = Operasional
    3. Sistematik = Sistematis
    4. Bervikir = Berpikir
    5. Mendifinisikan = Mendefinisikan
    6. Toko = Tokoh
    7. Terpaduh = Terpadu
    8. Berpfkir = Berpikir
    9. Sintesa = Sintesis
    10. Resiko = Risiko
    11. Mengefaluasi = Mengevaluasi
    12. Argument = Argumen
    13. Kreatifitas = Kreativitas
    14. Imaginasi = Imajinasi
    15. Isue = Isu

  • Unknown
    Unknown August 22, 2019 at 10:05 AM

    Nama : Aurura Beatriezta Saharani
    Kelas : MIPA 4'18
    Absen : 04

    Tanda baca :
    1. Secara kognitif siswa SMA > Secara kognitif, siswa SMA (Setelah kata kognitif seharusnya terdapat tanda baca koma)
    2. Selain itu para anak-anka > selain itu, para anak-anak (seharusnya ada tanda baca koma setelah kata itu)
    3. Berpikir adalah hati-hati, > berpikir adalah hati hati (seharusnya setelah kata hati-hati tidak ada tanda baca koma)
    4. Secara kritis dan kreatif, > Secara kritis dan kreatif (seharusnya setelah kata krewtif tidak ada tanda baca koma)
    5. Dari pengertian diatas, > Dari pengertian diatas (seharusnya setelah kata diatas tidak ada tanda baca koma)
    6. Suatu perpaduan. Dalam > Suatu oerpaduan dalam (seharusnya setelah kata "dalam" tidak ada tanda baca titik)
    7. Dalam > dalam (seharusnya kaya "Dalam" menjadi "dalam")
    8. atau gagasan, imajinasi dan > atau gagasan, imajinasi, dan ( setelah kata imajinasi seharusnya ada tanda baca koma)
    9. Setelah ka…

  • Valensyabil
    Valensyabil August 22, 2019 at 10:06 AM

    Nama : Valensya Shalsabila w
    Kelas : MIPA 4'18
    No absen : 35

    Hasil analisis mengevaluasi kebahasaan :

    #tanda baca :
    1. Tanda baca titik dua (:) setelah kata kreatif pada paragraf ke 2 seharusnya tanda koma (,)
    2. Tanda baca titik koma (;) setelah kata alternatif pada paragraf seharusnya tanda koma (,)

    # EJAAN :
    1. Oprasional -> operasional
    2. Berfikir -> Berpikir
    3. Mengefaluasi -> mengevaluasi
    4. Mendifinisikan -> mendefinisikan
    5. Masak-masak -> matang-matang
    6. Terpaduh -> terpadu
    7. Argument -> argumen
    8. Kreatifitas -> kreativitas
    9. Relafan -> relavan
    10. Imaginasi -> imajinasi
    11. Resiko -> risiko
    12. Sintesa -> sintesis
    13. Toko -> tokoh
    14. Isue ->isu

    #konteks
    1. Para anak-anak -> anak-anak
    2. Banyak argumen-argumen -> argumen-argumen
    3. Harus sangat benar-benar -> harus sangat





  • Krisna
    Krisna August 22, 2019 at 10:06 AM

    Nama : Krisna Wirayuda Anugrah Esa
    Kelas : Mipa-4'18
    No. Absen : 19
    Mengevaluasi teks kebahasaan
    1. Relefan = Relevan
    2. Oprasional = Operasional
    3. Sistematik = Sistematis
    4. Bervikir = Berpikir
    5. Mendifinisikan = Mendefinisikan
    6. Toko = Tokoh
    7. Terpaduh = Terpadu
    8. Berpfkir = Berpikir
    9. Sintesa = Sintesis
    10. Resiko = Risiko
    11. Mengefaluasi = Mengevaluasi
    12. Argument = Argumen
    13. Kreatifitas = Kreativitas
    14. Imaginasi = Imajinasi
    15. Isue = Isu

  • Anonymous
    Anonymous August 22, 2019 at 10:15 AM

    NAMA : DITA DWI PUSPITASARI
    NO.ABSEN : 09
    KELAS : MIPA4'18

    MENGEVALUASI KEBAHASAAN
    -TANDA BACA :
    1) Setelah kata KOGNITIF terdapat tanda baca (,)
    2) Setelah kata SELAIN ITU terdapat tanda (,)
    3) Setelah kata HATI-HATI seharusnya tidak ada tanda (,)
    4) Setelah kata KREATIF tanda (:) di rubah dengan tanda (,)
    5) Setelah kata PENGERTIAN DIATAS seharusnya tanda (,) tidak ada
    6) Setelah kata INFORMASI terdapat tanda (,)
    7) Setelah kata IMAJINASI terdapat tanda (,)
    8) Setelah kata ALTERNATIF tanda (:) dihilangkan
    9) Setelah kata perpaduan tanda (.) dihilangkan sehingga kata Dalam menjadi dalam
    -Ejaan
    1) berfikir -> berpikir
    2) mendifinisikan -> mendefiniskan
    3) oprasional -> operasional
    4) resiko -> risiko
    5) mengefaluasi -> mengevaluasi
    6) argument -> argumen
    7) isue -> isu
    8) relefan -> relevan
    9) imaginasi -> imajinasi
    10) terpaduh -> terpadu
    -Pemborosan kata
    1) tentang pertimbangan-pertimbangan : tentang pertimbangan
    2) skenario-skenario : skenario
    3) pertimbangan masak-mas…

  • Nurinta Salafiatul Asmania
    Nurinta Salafiatul Asmania August 22, 2019 at 10:26 AM

    Nama : Nurinta Salafiatul Asmania
    Kelas : MIPA4'18
    No. Absen : 25

    #Tanda baca :
    1. Setelah kata kognitif seharusnya terdapat tanda baca koma
    2. Setelah kata selain itu seharusnya terdapat tanda baca koma
    3. Setelah kata hati-hati seharusnya tidak ada tanda baca koma
    4. Setelah kata kritis dan kreatif seharusnya terdapat tanda baca koma
    5. Setelah kata pengertian diatas seharusnya tidak ada tanda baca koma
    6. Setelah kata mengumpulkan informasi seharusnya terdapat tanda koma
    7. Setelah kata perpaduan dalam seharusnya tidak ada tanda baca titik, sehingga kata Dalam berubah menjadi dalam (huruf depan kecil).
    8. Setelah kata imajinasi seharusnya terdapat tanda baca koma
    9. Setelah kata alternatif tidak menggunakan tanda (;) melainkan tanda titik, sehingga kata intinya berubah menjadi Intinya.

    # Ejaan :
    1. Oprasional -> operasional
    2. Berfikir -> berpikir
    3. Mendifinisikan -> mendefinisikan
    4. Resiko -> risiko
    5. Mengefaluasi -> mengevaluasi
    6. Argument -> argumen
    7. Isue -> isu
    8. Re…

  • Anggita Nur Faizah
    Anggita Nur Faizah August 22, 2019 at 3:06 PM

    Nama : Anggita Nur Faizah
    Kelas : MIPA 4' 18
    No. Absen : 02

    Tanda baca :

    1. Setelah kata kognitif seharusnya terdapat tanda baca koma
    2. Setelah kata selain itu seharusnya terdapat tanda baca koma
    3. Setelah kata hati-hati seharusnya tidak ada tanda baca koma
    4. Setelah kata kritis dan kreatif seharusnya terdapat tanda baca koma
    5. Setelah kata pengertian diatas seharusnya tidak ada tanda baca koma
    6. Setelah kata mengumpulkan informasi seharusnya terdapat tanda koma
    7. Setelah kata perpaduan dalam seharusnya tidak ada tanda baca titik, sehingga kata Dalam berubah menjadi dalam (huruf depan kecil).
    8. Setelah kata imajinasi seharusnya terdapat tanda baca koma
    9. Setelah kata alternatif tidak menggunakan tanda (;) melainkan tanda titik, sehingga kata intinya berubah menjadi Intinya.

    Ejaan :

    1. Oprasional -> operasional
    2. Berfikir -> berpikir
    3. Mendifinisikan -> mendefinisikan
    4. Resiko -> risiko
    5. Mengefaluasi -> mengevaluasi
    6. Argument -> argumen
    7. Isue -> isu
    8. Relefan -&g…

  • Anggita Nur Faizah
    Anggita Nur Faizah August 22, 2019 at 3:10 PM

    Nama : Anggita Nur Faizah
    Kelas : MIPA 4' 18
    No. Absen : 02

    Tanda baca :

    1. Setelah kata kognitif seharusnya terdapat tanda baca koma
    2. Setelah kata selain itu seharusnya terdapat tanda baca koma
    3. Setelah kata hati-hati seharusnya tidak ada tanda baca koma
    4. Setelah kata kritis dan kreatif seharusnya terdapat tanda baca koma
    5. Setelah kata pengertian diatas seharusnya tidak ada tanda baca koma
    6. Setelah kata mengumpulkan informasi seharusnya terdapat tanda koma
    7. Setelah kata perpaduan dalam seharusnya tidak ada tanda baca titik, sehingga kata Dalam berubah menjadi dalam (huruf depan kecil).
    8. Setelah kata imajinasi seharusnya terdapat tanda baca koma
    9. Setelah kata alternatif tidak menggunakan tanda (;) melainkan tanda titik, sehingga kata intinya berubah menjadi Intinya.

    Ejaan :

    1. Oprasional -> operasional
    2. Berfikir -> berpikir
    3. Mendifinisikan -> mendefinisikan
    4. Resiko -> risiko
    5. Mengefaluasi -> mengevaluasi
    6. Argument -> argumen
    7. Isue -> isu
    8. Relefan -&g…

  • Unknown
    Unknown August 22, 2019 at 5:39 PM

    Nama : Fitrotun Nadya
    Kelas : MIPA4'18
    No. Absen : 14
    ●Tanda baca :
    1. Setelah kata kognitif seharusnya terdapat tanda baca koma
    2. Setelah kata selain itu seharusnya terdapat tanda baca koma
    3. Setelah kata hati-hati seharusnya tidak ada tanda baca koma
    4. Setelah kata kritis dan kreatif seharusnya terdapat tanda baca koma
    5. Setelah kata pengertian diatas seharusnya tidak ada tanda baca koma
    6. Setelah kata mengumpulkan informasi seharusnya terdapat tanda koma
    7. Setelah kata perpaduan dalam seharusnya tidak ada tanda baca titik, sehingga kata Dalam berubah menjadi dalam (huruf depan kecil).
    8. Setelah kata imajinasi seharusnya terdapat tanda baca koma
    9. Setelah kata alternatif tidak menggunakan tanda (;) melainkan tanda titik, sehingga kata intinya berubah menjadi Intinya.
    ●Ejaan :
    1. Oprasional -> operasional
    2. Berfikir -> berpikir
    3. Mendifinisikan -> mendefinisikan
    4. Resiko -> risiko
    5. Mengefaluasi -> mengevaluasi
    6. Argument -> argumen
    7. Isue -> isu
    8. Relefan -> r…

  • Unknown
    Unknown August 22, 2019 at 7:08 PM

    Nama: Shinta Permata Sari
    Kelas: XI MIPA 4'18
    NO.absen: 32
    **TANDA BACA**
    1. Secafa kognitif siswa SMA >Secara kognitif( , )siswa SMA
    2.Selain itu para anak-anak> Selain itu( , )para anak-anak
    3. Berpikir kritis adalah hati-hati, dan > Berpikir kritis adalah hati-hati dan
    4. Toko tersebut, Paul > Toko tersebut( . )Paul
    5. Berpikir kritis dan kreatif(critical and creativ thinking) berarti siswa dapat>Berpikir kritis dan kreatif(critical and creativ thinking)( , ) berarti siswa dapat
    6. Secara kritis dan kreatif: dapat menganalisis> Secara kritis dan kreatif seperti, dapat menganalisis
    7.Pengertian di atas,> Pengertian di atas( . )
    8. Suatu perpaduan. Dalam> Suatu perpaduan dalam
    9. Gagasan, imajinasi dan> Gagasan, imajinasi, dan
    10. Skenario-skenario alternatif; intinya> Skenario-skenario alternatif. Intinya
    11. Mengumpulkan informasi sehingga> mengumpulkan informasi( , ) sehingga

    **EJAAN**
    1. Oprasional-> operasional
    2 Berfikir-> berpikir
    3.Mendifinisikan->…

  • Salsabila Putri
    Salsabila Putri August 22, 2019 at 8:15 PM

    Nama : Salsabila Putri Rizaldhie
    Kelas : XI MIPA 4
    Absen : 29

    Secara kognitif siswa SMA berada pada taraf berpikir _operasional_ formal. Gunarsa (1982:159) menjelaskan bahwa masa operasional formal adalah usia 11 tahun sampai dewasa. Pada usia tersebut seorang anak mengembangkan kemampuan kognitif untuk berpikir abstrak dan hipotesis. Selain itu, anak-anak juga dapat berpikir secara sistematis untuk memecahkan suatu persoalan. Kemampuan berpikir tersebut sudah dapat dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi atau berpikir kritis.


    Beberapa ahli telah mendefinisikan berpikir kritis dengan sangat jelas dan tegas. Berpikir kritis adalah hati-hati dan mempertimbangkan masak-masak dalam menetapkan baik menerima, menolak atau menangguhkan penilaian terhadap sebuah pernyataan. Moore dan Parker (1986:4). Berbeda dengan kedua tokoh tersebut, Paul dan Fisher (2008:4) menyatakan bahwa berpikir kritis adalah model berpikir mengenai hal substansi atau apa saja dimana pemikir meningkatkan k…

  • Salsabila Putri
    Salsabila Putri August 22, 2019 at 8:15 PM

    Nama : Salsabila Putri Rizaldhie
    Kelas : XI MIPA 4
    Absen : 29

    Secara kognitif siswa SMA berada pada taraf berpikir _operasional_ formal. Gunarsa (1982:159) menjelaskan bahwa masa operasional formal adalah usia 11 tahun sampai dewasa. Pada usia tersebut seorang anak mengembangkan kemampuan kognitif untuk berpikir abstrak dan hipotesis. Selain itu, anak-anak juga dapat berpikir secara sistematis untuk memecahkan suatu persoalan. Kemampuan berpikir tersebut sudah dapat dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi atau berpikir kritis.


    Beberapa ahli telah mendefinisikan berpikir kritis dengan sangat jelas dan tegas. Berpikir kritis adalah hati-hati dan mempertimbangkan masak-masak dalam menetapkan baik menerima, menolak atau menangguhkan penilaian terhadap sebuah pernyataan. Moore dan Parker (1986:4). Berbeda dengan kedua tokoh tersebut, Paul dan Fisher (2008:4) menyatakan bahwa berpikir kritis adalah model berpikir mengenai hal substansi atau apa saja dimana pemikir meningkatkan k…

  • Ntaa
    Ntaa August 22, 2019 at 8:17 PM

    Nama:Shinta Kameliya
    Kelas:XI MIPA 4
    Absen:31

    Mengevaluasi Teks Kebahasaan
    1.Relefan = Relevan
    2.Oprasional = Operasional
    3.Sistematik = Sistematis
    4.Berfikir = Berpikir
    5.Sintesa = Sintesis
    6.Resiko = Risiko
    7.Mengefaluasi = Mengevaluasi
    8.Berfikir = Berpikir
    9.mendifinisikan = Mendefinisikan
    10.Toko = Tokoh
    11.Terpaduh = Terpadu
    12.Imaginasi = Imajinasi
    13.Isue = isu
    14.Kreatifitas = Kreativitas
    15.Argument = Argumen

Add Comment
comment url