Pengertian Majalah Dinding dan Fungsinya Menurut Para Ahli


Majalah dinding menjadi salah satu jenis media komunikasi massa yang paling sederhana di lingkungan sekolah. Disebut majalah dinding karena prinsip majalah terasa dominan di dalamnya, sementara itu penyajiannya biasanya dipampang pada dinding atau yang sejenisnya (Nursisto, 2005:1). Prinsip majalah tercermin melalui penyajiannya, baik berupa tulisan, gambar, atau kombinasi dari keduanya. Majalah dinding disebut sebagai media massa karena memuat beragam informasi tertulis. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Fisher (1986:172) bahwa media massa merupakan suatu sumber informasi yang menyampaikan pesan dalam suatu masyarakat yang mengatur arus butir informasi.

Selain sebagai media massa di lingkungan sekolah, majalah dinding juga berfungsi sebagai salah satu fasilitas yang mendukung kegiatan siswa. Kegiatan siswa tersebut berkaitan dengan aktivitas kreatif siswa dalam menuangkan gagasan secara tertulis sekaligus sebagai wadah dalam mempublikasikannya. Majalah dinding sebagai salah satu fasilitas kegiatan siswa mempunyai sejumlah fungsi, yaitu: (1) meningkatkan minat baca, (2) mengembangkan cakrawala pengetahuan, (3) sumber acuan informasi keilmuan, (4) pengisi waktu luang dan penyalur serta penampung bakat, minat, dan hobi, (5) dokumentasi, dan (6) media pengajaran (Widodo, 1992:2).


Menurut Muntaha (2009:31), majalah dinding dibuat oleh guru/siswa untuk kepentingan internal sekolah sebagai sarana komunikasi dan edukasi serta hiburan antarsiswa dan guru serta karyawan (internal) sekolah itu. Oleh sebab itu, majalah dinding menjadi kebutuhan terkait dengan sarana bacaan dan wadah untuk menampung kreativitas siswa termasuk hasil keterampilan menulis siswa yang diperoleh dari pembelajaran di kelas ataupun di luar kelas (ekstrakurikuler). Majalah dinding sebagai media sekolah sangat mungkin diselenggarakan karena merupakan salah satu bentuk media massa dengan biaya murah, namun tidak mengurangi keefektifitasan wadah tersebut sebagai bagian dari kegiatan belajar.
 Baca Juga
Naskah Drama Emas Disangka Loyang
Cerpen Romansa Masa SMA 
Beragam wujud gagasan tertulis siswa yang tercantum dalam majalah dinding sangat disayangkan bila tidak dimanfaatkan secara baik. Sebenarnya, karya-karya tersebut memungkinkan sebagai sumber belajar siswa selama mengikuti proses belajar di sekolah. Oleh sebab itu, segala yang dapat mendatangkan manfaat atau mendukung dan menunjang individu untuk berubah ke arah yang lebih positif atau dinamis atau menuju perkembangan dapat disebut sumber belajar (Taufani, 2008:33). Langkah nyata dengan mempublikasikan beragam karya tulis dalam majalah dinding sangat diperlukan, khususnya hasil dari pembelajaran menulis di kelas. Hal tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil belajar siswa di kelas yang berpengaruh terhadap peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa. Seperti yang diungkapkan Djaali (2007:108) bahwa iklim pembelajaran akan terbentuk dengan baik manakala kondisi lingkungan dan individu juga baik sehingga, bisa diketahui keterkaitan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar.

Berdasarkan paparan di atas, dapat diketahui bahwa majalah dinding memiliki beragam kelebihan. Secara mendasar, majalah dinding sebagai salah satu media sekolah berpotensi memberi peluang bagi siswa untuk membentuk kepribadian (Pasaribu, 1995:15). Dalam konteks ini, majalah dinding dapat menjadi sarana pemenuhan kebutuhan siswa untuk mengekspresikan diri. Oleh sebab itu, dampak positif yang muncul dengan adanya majalah dinding  di antaranya adalah menumbuhkan komunikasi yang baik antara siswa dengan guru, guru dengan pembina majalah dinding, dan antara siswa dengan siswa yang lain. Selain itu, majalah dinding juga dapat menciptakan iklim belajar yang baik dan memberi motivasi bagi siswa untuk berkreasi dalam menuangkan gagasan secara tertulis sekaligus sebagai wadah dalam mempublikasikan karya mereka.

Daftar Rujukan

Djaali. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Fisher, A. 1986. Teori-Teori Komunikasi. Bandung: Remadja Karya.
Muntaha, A. 2009. Jurnalistik dan Produksi Media Sekolah. Yogyakarta: Global Pustaka Utama.
Nursisto. 2005. Membina Majalah Dinding. Yogyakarta: Adi Cita Karya Nusa.
Pasaribu, R. 1995. Bagaimana Mengelola Penerbitan Media Sekolah. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Widodo, Hs. 1992. Majalah Dinding sebagai Pembinaan Kreativitas Siswa.           Makalah disajikan dalam Diklat Pembuatan Majalah Dinding bagi Para           Guru di SD di Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang.             Malang: LPM IKIP MALANG.

Post a Comment for "Pengertian Majalah Dinding dan Fungsinya Menurut Para Ahli"