Proses Pembentukan Pengetahuan dan Kreativitas Manusia


Dengan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dengan yang lain, disitulah kreativitas tercipta. Tidak hanya sebagai pembeda, kreativitas tersebut muncul juga sebagai tanda kinerja dari otak kita, yaitu otak kanan. Secara tidak langsung, kreativitas terbentuk dari pengalaman-pengalaman yang telah terjadi sebelumnya dan tersimpan di otak (skemata) dan itulah yang kita sebut sebagai pengetahuan. Kedua hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat esensial terutama dalam menentukan sukses tidaknya seorang siswa dalam pembelajaran. Oleh karena itu, baik pengetahuan maupun kreativitas harus senantiasa dibentuk dan diasah setiap kali siswa melaksanakan pembelajaran.


Beberapa hal yang cukup unik terjadi di Indonesia. Salah satunya adalah belum adanya suatu wadah dalam bentuk kegiatan konkret maupun mata pelajaran yang secara khusus menempa kreativitas anak. Sebagian besar masih diimplementasikan secara terpisah dan biasanya dilaksanakan dalam kegiatan ekstrakulikuler. Itupun hanya sepotong-sepotong. Itulah potret realitas dari pendidikan di Indonesia. Di sisi lain,  tuntutan dari dunia kerja mengenai kreativitas begitu tinggi. Nyaris setiap lowongan pekerjaan menyaratkan satu kriteria wajib, yaitu kreatif. Hal tersebut terjadi dikarenakan si penyedia lowongan kerja sudah merasa yakin dengan aspek pengetahuan pelamar kerja yang terwakili dalam bentuk ijazah.
Baca Juga:
Contoh Biografi yang Baik dan Benar
Jenis-Jenis Wacana Menurut Ahli 
Cara dan Tujuan Apresiasi Prosa Fiksi 

Proses konstruksi pengetahuan secara umum sama dengan proses kronologi pembentukan kreativitas. Perbedaan yang utama antara pengetahuan dan kreativitas adalah bahwa pengetahuan lebih berupa sesuatu yang abstrak dan teoretis saja, sedangkan kreativitas mencakup sesuatu yang lebih konkret dan berwujud nyata. Salah satunya adalah bahwa seorang ilmuwan dapat saja memiliki pengetahuan yang dalam mengenai suatu alat komunikasi, tetapi hanya ilmuwan yang berkreativitas tinggi saja yang mampu menciptakan suatu hal yang berguna bagi orang lain seperti smartphone dll. Ambil contoh saja kisah dari seorang Steve Job dan Bill Gates, merekalah orang berpengetahuan dan berkreativitas tinggi yang bergerak dalam bidang industri teknologi. Melihat kenyataan yang demikian, sudah sewajarnyalah perlu perombakan terstruktur terhadap sistem pendidikan di Indonesia untuk memfasilitasi pengembangan dan perkembangan aspek kreativitas ini.

Proses terbentuknya pengetahuan dan kreativitas itu terbagi menjadi tiga tahapan krusial. Ketiga tahapan tersebut antara lain (1) penginderaan, (2) pengolahan, dan (3) penyimpulan.

Penginderaan
Penginderaan fisik adalah proses utama dan pertama sekaligus berfungsi untuk menangkap informasi dan sinyal rangsangan (stimulus) dari objek luar. Stimulus tersebut  memiliki sifat yang berbeda-beda tergantung dari wujud benda yang dimiliki. Hal tersebut dipengaruhi oleh cahaya, warna, suhu, bau, suara, bentuk, sensitivitas, konektivitas, karakter dan daya tahan dari suatu objek. Stimulus yang berbeda-beda tersebut akan direspon secara beragam oleh alat indera karena sebagian besar proses seperti ini terlaksana secara otomatis (di bawa alam sadar). Sederhananya semakin berkualitas suatu stimulus, dalam artian banyak melibatkan respon indera ( penglihatan, penciuman, pendengaran, perasa) maka suatu pengetahuan akan semakin melekat lama pada otak seseorang.

Pengolahan
Pengolahan atau disebut proses penampungan data adalah proses stimulus yang diterima indra dibenamkan dalam otak dalam bentuk data dan informasi. Semakin banyak data dan informasi yang terkumpul, skemata yang terbentuk akan menjadi semakin lengkap. Hal ini nantinya akan berpengaruh terhadap hasil pengetahuan dan kreativitas yang akan terbentuk. Salah satu perspektif yang memengaruhi proses pengolahan data adalah imajinasi. Pengetahuan imajinatif dalam proses ini terwujud melalui dua hal, (1) kemampuan fantasi, yaitu kemampuan mereproduksi dan mengkreasi gambaran-gambaran tanpa bantuan suatu objek yang riil atau nyata, (2) kemampuan imajinasi, yaitu proses konstruksi suatu konfigurasi intelektual ilmu pengetahuan dan juga filsafat.

Penyimpulan
Penyimpulan merupakan  proses terakhir dari tiga tahapan penting ini, yang memiliki pengertian keputusan yang diambil melalui metode berpikir induktif atau deduktif. Dalam hal ini, pertimbangan antara baik atau buruk, dan salah atau benar terhadap suatu objek itu sudah pada tahapan konfirmasi. Artinya, tahapan penggabungan  pengetahuan dan kreativitas imajinasi sudah mencapai bentuk yang paling konkret dan yang terpenting sudah melalui proses asosiasi pengetahuan dan kreativitas.

Post a Comment for "Proses Pembentukan Pengetahuan dan Kreativitas Manusia"