Jenis-Jenis Wacana Menurut Para Ahli (Analisis Wacana)

Komunikasi

Wacana dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis yang pertama adalah wacana berdasarkan saluran komunikasi, kedua adalah wacana berdasarkan peserta komunikasi, dan yang terakhir adalah wacana berdasarkan tujuan komunikasi. Wacana berdasarkan saluran komunikasi dibagi menjadi dua yaitu wacana lisan dan wacana tulis. Wacana lisan adalah rangkaian kalimat yang ditranskip dari rekaman bahasa lisan. Sedangkan wacan tulis merupakan teks yang berupa rangkaian kalimat yang menggunakan ragam bahasa tulis. Hal itu sesuai dengan pendapat Henry Guntur Tarigan (1987:52) menyebutkan bahwa wacana tulis atau written discourse adalah wacana yang disampaikan secara te rtulis, melalui media tulis. 

Menurut Mulyana (2005:51-52) wacana tulis (written discourse) adalah jenis wacana yang disampaikan melalui tulisan. Contoh wacana lisan adalah percakapan, kutbah, siaran langsung radio/tv, dll. Ciri-ciri wacana lisan adalah sebagai berikut: kalimatnya kurang struktur, penataan subordinatif, tidak menggunakan piranti, tidak menggunakan frasa benda yang panjang, kalimatnya berstruktur subjek-predikat, pembicara menggunakan kosakata umum, pembicara menggunakan kosas kata umun, sering diulang bentuk sintaksis yang sama dan digunakan pengisi. Sedangkan contoh wacana tulis adalah teks berbentuk buku, berita, koran, artikel, dll. Ciri-ciri wacana tulis adalah sebagai berikut: kalimatnya terstruktur, penataan subordinatif bahasa lebih banyak, sering menggunakan piranti hubung, jarang menggunakan piranti hubung, menggunakan frasa benda yang panjang, kalimat berstuktur topik-komen, pembicara tidak menggunakan struktur/ memperluas ekspresi, menggunakan istilah teknis yang bermakna khusus, jarang memakai fillter dan pengulangan bentuk.

Baca Juga:
Masyarakat Aneka Bahasa
Hubungan Bahasa dan Jenis Kelamin 
Bahasa dan Usia

Berdasarkan peserta komuniasi wacana dibagi menjadi wacana monolog, dialog, dan polilog. Dalam wacana monolog pendengar tidak memberikan tanggapan langsung atas ucapan pembicara. Pada wacana dialog peserta dalam komunikasi 2 orang dan terjadi pergantian peran. Sedangkan dalam wacana popilog peserta komunikasi lebih dari dua orang dan terjadi pergantian peran. Dalam wacana dialog dan polilog, berdasarkan situasinya debagi menjadi situasi resmi dan tidak resmi. Berdasarkan peran pesertanya terdiri dari pembicara/penutur, dan pendengar/penerima. Unsur-unsur pokok terdiri dari pembicara dan penerima, topik, serta alur. Prinsip-prinsip dalam wacana dialog dan pipilog dibagi menjadi dua yaitu prinsip kerjasama yang terdiri dari: kuantitas, kualitas, relasi, dan cara serta prinsip kesantunan yang terdiri dari: tidak memkasa, memberikan pilihan, membuat pearsaan pendengar tetap baik. Tugas-tugas dalam percakapan adalah: (1) pendengar harus memperhatikan percakapan, memahami ujaran pembicara, mengidentifikasikan hal yang menentukan topik, mengidentifikasi hubungan semantik; (2) pembicara harus mengucapkan ujaran dengan jelas, menjaga perhatian pendengar, menyediakan informasi yang memadahi.

Berdasarkan tujuan komunikasi wacana dibagi menjadi lima yaitu (1) wacana deskripsi yaitu membentuk suatu citra tentang suatu hal. Djajasudarma (2010:11) bahwa wacana deskriptif ini, ada yang hanya memaparkan sesuatu secara objektif dan ada pula yang memaparkannya secara imajinatif. seperti: ungkapan bersifat deskriptif, tidak menggunakan kata-kata evaluatif, objektif, tidak mempunyai penanda pergeseran waktu; (2) wacana eksposisi yaitu menerangkan sesuatu yang berisi konsep-konsep logika, menerangkan poros/prosedur aktivitas; (3) wacana asrgumentatif yaitu wacana yang mempengaruhi pembaca/pendengar agar menerima pernyataan perintah yang mempunyai elemen pokok seperti pernyataan, alasa, dan pembenaran, serta elemen pelengkap berisi pendukung, modal, dan sanggahan; (4) wacana persuasi merupakan wacana yang mempengaruhi mitra tutur melakukan tindakan sesuai harapan penutur; (5) wacana narasi merupakan wacana yang berisi berita menurut Djajasudarma (1994:8) wacana naratif adalah rangkaian tuturan yang menceritakan atau menyajikan hal atau kejadian (peristiwa) melalui penonjolan pelaku. Unsur daru wacana narasi adalah waktu, pelaku, dan peristiwa.

Rujukan:

Djajasudarma, Fatimah. 1994. Wacana (Pemahaman dan Hubungan Antarunsur). Bandung: PT. UNESCO.
Henry Guntur Tarigan. 1987. Pengajaran wacana. Bandung: Angkasa.
Mulyana. 2005. Kajian wacana. Yogyakarta: Tiara wacana.


2 comments for "Jenis-Jenis Wacana Menurut Para Ahli (Analisis Wacana)"